Kita instruksikan dan koordinasikan jajaran kesehatan untuk mencegah dan penanggulangan secara inrensif penularan penyakit diare,"
Amuntai, (Antaranews. Kalsel) - Jumlah pasien penyakit diare di Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan hingga Agustus mencapai lebih dari 546 orang


Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Masbudianto di Amuntai Senin mengatakan mengantisipasi kemungkinan terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) Diare dilakukan kewaspadaan dini di rumah sakit dan puskesmas.

"Kita instruksikan dan koordinasikan jajaran kesehatan untuk mencegah dan penanggulangan secara inrensif penularan penyakit diare," Ujar Masbudianto.

Masbudianto mengatakan data pasien rumah sakit dan puskesmas di Kabupaten HSU hingga Juni 2015 sebanyak 546 pasien diare. Jumlah pasien ini tidak jauh berbeda dalam tiga bulan terakhir.

Dinas Kesehatan, kata Masbudianto mengintruksikan jajaran kesehatan khususnya di rumah sakit dan puskesmas melakukan kegiatan pengawasan (surveilans) dan menyampaikan laporan rutin mingguan terkait penularan diare dan perkembangan kasus Inspeksi Saluran Pernafasan Akut atau ISPA.

"Kita instruksikan pula agar meningkatan kegiatan promosi kesehatan dan menghimbau masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat," tuturnya.

Pihak Puskesmas diminta selalu memonitoring ketersediaan alat-alat kesehatan dan obat-obatan dan penanganan pasien diare dan ISPA.

Dikatakan, kewaspadaan dini menghadapi musim kemarau terhadap penyakit diare dan ISPA sebagai tindak lanjut surat Kepala Dinas Kesehatan, apalagi musim kemarau masih berlangsung hingga Desember 2015.

Masbudianto menghimbau masyarakat agar waspada jika salah seorang anggota keluarga terkena diare karena penyakit ini mudah menular kepada anggota keluarga lainnya.

"Selalu jaga kebersihan makanan dan minuman, cuci tangan sebelum makan, agar tidak tertular bakteri atau virus penyebab diare," pungkasnya./ Eddy Abdillah



Pewarta: Eddy Abdillah
Editor : Eddy Abdillah

COPYRIGHT © ANTARA 2026