Menurut Totok Haspriyanto ketua kelompok usaha ikan budi daya di Tanjung, Kamis (16/6), akibat terendam banjir ratusan ikan hilang dan yang tersisa sekitar 10 persen.
"Sebanyak 105 kolam yang berada dalam satu hamparan, hampir semuanya terendam luapan air dan lumpur, akibatnya ikan yang benihnya mulai ditabur Januari lalu hilang," jelas Totok.
Pihak Bapedalda Tabalong melalui Kasubid Pengendalian pencemaran lingkungan, Muchtar menjelaskan dari hasil pemeriksaan, lokasi kolam berada di alur sungai Kadaman dan merupakan daerah cekungan sehingga rawan terjadinya banjir.
"Terendamnya kolam dipicu tingginya curah hujan di wilayah Desa Kasiau sementara posisi kolam berada di wilayah cekungan," jelas Muchtar.
Terkait tudingan warga kalau banjir bersumber dari kegiatan PT Adaro Indonesia dan PT Makmur Sejahtera Wisesa (MSW), Muchtar mengungkapkan pihaknya telah memanggil pihak perusahaan untuk bisa menindaklanjuti persoalan ini.
"Bapedalda telah memfasilitasi pertemuan antara PT MSW, PT Adaro serta pemilik kolam dan belum ada kesepakatan terkait tuntutan warga," jelas Muchtar lagi.
Terpisah humas PT MSW, Rodi Sugian Noor mengatakan saat ini perusahaan masih melakukan kegiatan konstruksi sehingga belum ada air limbah yang dikeluarkan kecuali air larian pada saat hujan.
"Sebenarnya air larian hujan di areal PT MSW menuju gorong-gorong yang berjarak 3 kilometer dari lokasi kolam ikan, jadi banjir bukan bersumber dari areal kami," bela Rodi.
Selain itu jarak antar lokasi tambang milik PT Adaro dengan kolam warga juga cukup jauh yakni sekitar 15 kilometer.
"Posisi kolam ikan sendiri tidak berada pada aliran utama sungai Jaing yang merupakan aliran air dari tambang PT Adaro, namun berada pada cabang anak sungai Jaing menuju Sungai Kadaman," ujar Rony P, perwakilan PT Adaro Indonesia.
Namun pihak perusahaan sendiri tak keberatan untuk membantu perbaikan sistem drainase yang ada di sekitar kolam sebagai upaya antisipasi luapan air./mia*C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.