Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebut sertifikasi mutu menjadi salah satu kunci keberterimaan belut sawah asal Kalimantan Selatan (Kalsel) di pasar China setelah otoritas kompeten negara tersebut mengakui sistem sertifikasi perikanan Indonesia.

Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan KKP Ishartini mengatakan belut sawah (Monopterus albus) asal Kalsel dapat memasuki pasar China karena telah memenuhi persyaratan mutu melalui Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) serta sertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP).

“Produk tersebut diterima oleh China karena pihak otoritas kompeten di sana (GACC) telah mengakui skema sertifikasi mutu perikanan oleh KKP,” ujar Ishartini dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Bea Cukai Lepas Ekspor 13 Ribu Ekor Belut Sawah Hidup Asal Banjarmasin ke Tiongkok

Ia menjelaskan pengakuan tersebut merupakan hasil dari perjanjian bilateral Mutual Recognition Arrangement (MRA) antara KKP dan General Administration of Customs of the People’s Republic of China (GACC).

Melalui kerja sama tersebut, sertifikasi mutu produk perikanan Indonesia, termasuk SKP dan HACCP, dinilai setara dengan sistem yang berlaku di China sehingga memberikan jaminan terhadap keamanan dan kualitas produk perikanan yang diekspor ke negara tersebut.

Menurut Ishartini, belut sawah asal Kalsel juga telah memenuhi standar pengolahan dengan menerapkan prinsip sanitasi, higiene, serta keamanan pangan di sepanjang rantai produksi.

Baca juga: Karantina Kalsel sertifikasi ribuan belut dan kepiting ekspor Tiongkok

Ia menyebut belut sawah asal Kalsel mulai menunjukkan perkembangan di pasar internasional. Sepanjang 2025, ekspor belut sawah, baik dalam bentuk hidup maupun beku, tercatat mencapai 170 ton dengan nilai Rp3,5 miliar.

Ekspor tersebut berasal dari dua Unit Pengolahan Ikan (UPI) bersertifikat HACCP KKP yang telah terdaftar pada GACC.

Kepala Balai Mutu Perikanan Banjarbaru Yuni Irawati Wijaya mengatakan pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap mutu belut Kalsel melalui inspeksi, monitoring, surveilans, dan pengujian laboratorium guna memastikan produk yang diekspor memenuhi standar internasional.

Baca juga: Menteri Investasi bantu modal pengusaha abon belut di Jambi

"Sertifikasi mutu belut dilaksanakan sesuai standar internasional dan hal tersebut juga berlaku untuk komoditas lainnya. Kami siap membantu pelaku usaha yang ingin naik kelas menjadi eksportir belut atau komoditas lainnya," ujarnya.

China menjadi salah satu pasar utama produk perikanan Indonesia.

Berdasarkan data KKP, pada 2025 ekspor hasil perikanan Indonesia ke China mencapai 491.528 ton dengan nilai 1,04 miliar dolar AS atau sekitar Rp17,46 triliun. Komoditas utama yang diekspor antara lain cumi-cumi, rumput laut, ikan layur, udang vaname, sotong, cakalang, dan berbagai jenis ikan lainnya.

Baca juga: Pasar belut Godean wisata kuliner khas Sleman




 

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Sertifikasi KKP buka jalan belut Kalsel tembus pasar China



Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor : Mahdani

COPYRIGHT © ANTARA 2026