Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan meluncurkan program pembinaan anak jalanan dengan pola mengarahkan kemandirian, berupa pembekalan keterampilan dan mau menangkap peluang berusaha.
"Kita telah mengirimkan 12 orang anak jalanan yang ada di Banjarmasin untuk mendapat pelatihan di pusat pengembangan pelayanan sosial anak jalanan di Jakarta," kata Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Banjarmasin, Samsul Rizal, Selasa (14/6).
Ke-12 anak jalanan yang dikirim ke Jakarta itu atas hasil pendekatan, dengan memberikan pemahaman guna memberikan keterampilan agar bisa menghasilkan dan perbaikan ekonomi keluarga.
Selain itu, saat berada di Pusat Pengembangan Pelayanan Sosial Anak Jalanan Jakarta, anak jalanan tersebut akan mendapatkan berbagai keterampilan dan keahlian,
Keahlian yang tersedia saat berada di Pusat Pengembangan Pelayanan Sosial Anak Jalanan Jakarta yaitu otomotif mobil dan motor, pendingan ruangan atau AC, komputer, las, elektro, menjahit dan salon.
Dengan keterampilan tersebut diharapkan para anak jalanan akan memiliki keahlian, sehingga tidak berkeliaran di jalan lagi saat kembali ke Kota Banjarmasin.
"Kita berharap, mereka yang ikut pelatihan di Pusat Pengembangan Pelayanan Sosial Anak Jalanan di Jakarta itu, kelak menjadi pioner serta bisa memotivasi teman-teman mereka untuk belajar hidup mandiri," tandasnya.
Waktu pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di Pusat Pengembangan Pelayanan Sosial Anak Jalanan Jakarta lebih kurang enam bulan.
Program pembinaan anak jalanan tersebut dapat terselenggara berdasarkan program Kementrian Sosial Republik Indonesia melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yang ditunjang dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Sasaran program tersebut yaitu anak jalanan, anak jalanan yang menjadi pengemis dan anak jalanan yang dieksploitasi secara ekonomi atau pekerja anak.
Program tersebut akan menjadikan anak jalanan Indonesia yang mandiri dan normatif secara sosial dan ekonomi, kata Rizal.her*C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.