Rumah Zakat Banjarmasin menyalurkan bantuan pendaftaran masuk sekolah melalui "Educare" nonprogram atau bantuan dadakan sebesar Rp600.000 kepada warga Belitung, Syaipul Amin yang ingin melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA/SMK.

Sugianur Membership Relation Officer Rumah Mandiri Indonesia dari Rumah Zakat Banjarmasin, Rabu mengataka, pihaknya telah menyerahkan bantuan uang untuk biaya pendaftaran masuk sekolah tingkat SMA/SMK.

Dia menambahkan bantuan akan diberikan setelah ada warga miskin yang datang mengajukan bantuan terutama untuk pendidikan dan kesehatan.

"Namun harus melalui survei dan dimasukan sebagai member Rumah Zakat baru diberikan bantuan tidak langsung begitu saja, sekitar satu bulan kemudian baru kita panggil orang yang bersangkutan," katanya.

Syaiful Amin adalah putra Ahmad Sauqi seorang mualaf dari Manado yang datang merantau ke Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

"Dia sudah tamat sekeolah menengah tetapi karena sering pindah rumah akhirnya tidak punya biaya lagi untuk daftar masuk sekolah SMA/SMK," terang Sugi.

Orang tua Syaiful Amin menjelaskan sebenarnya  keluarga dia seorang yang terbilang kaya tetapi setelah memeluk agama Islam di Kabupaten  Banjar, Martapura bersama isteri dan anaknya diusir oleh keluarga.

Tidak mau meributkan masalah itu dia akhirnya memutuskan mandiri dengan mencari kerja ke Banjarmasin dan sebelumnya di Palangkara Raya, Kalimantan Tengah bersama keluarga.

"Saat ini kami sekeluarga tinggal dirumah sewaan dalam gang sempit di belakang Pasar Kalindo Jalan Belitung Laut Banjarmasin," kata Ahmad Sauqi.

Anak saya, lanjut Sauqi ingin melanjutkan sekolah setelah tamat SMP jadi saya datang ke Rumah Zakat dan mendapat respon setelah satu bulan.

Syaiful ketika ditanya apa yang menjadi impiannya kalau sudah bisa sekolah lebih tinggi dijawabnya ingin menjadi ahli mesin.

"Saya ingin masuk sekolah SMK jurusan mesin karena itulah impian saya sejak kecil," kata Syaiful.(Asm/A)
 

   




Editor : Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026