Kalau Setwan Jatim bisa. Kenapa tidak, kita tidak bisa,"Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Sekretaris DPRD (Sekwan) Provinsi Jawa Timur dan Kalimantan Selatan tukar menukar pendapat dan pengalaman dalam pertemuan di Banjarmasin, Jumat.
Kedatangan Sekwan Jatim Zailani beserta staf dan kelompok kerja (pokja) wartawan DPRD provinsi itu, juga diterima Sekwan Kalsel H Syariful Hanafi beserta staf dan anggota pers room DPRD setempat.
Dalam tukar pendapat dan pengalaman itu tidak jauh berbeda, karena tugas pokok dan fungsi (tupoksi) juga sama, terkecuali penyebutan bagian serta subbagian dalam sekretariat (Setwan) yang berlainan.
Selain itu, kegiatan "pers tour" Setwan Jatim bersama pokja wartawannya yang berlangsung sejak lama atau beberapa tahun lalu, seperti 2015 studi komparasi ke DPRD Kalsel.
Sementara pers tour Setwan Kalsel bersama anggota pers roomnya terhenti sejak 2012, sesudah sempat dua kali mengadakan kegiatan tersebut ke DPRD Provinsi Banten (2010) dan Jawa Barat (2011).
Terhentinya pers tour Setwan Kalsel itu, menurut Sekwan setempat, karena temuan atau teguran dari Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Dalam Negeri, sehinggan kegiatan studi komparasi untuk meningkatkan wawasan terhenti.
Oleh sebab itu, Sekwan Kalsel mengaku kaget dan bertanya-tanya, mengapa Setwan Jatim melakukan pers tour, sementara pihaknya tidak bisa.
"Kalau Setwan Jatim bisa. Kenapa tidak, kita tidak bisa," ujar Syariful mantan staf Biro Humas Pemprov Kalsel tersebut seraya menyatakan, mau belajar/tahu lebih jelas ke Setwan Jatim.
Dari tukar pendapat dan pengalaman tersebut, anggota pers room DPRD Kalsel berdapat, kadatangan tamu asal Jatim itu, merupakan "angin sorga" bagi wartawan yang bertugas di "Rumah Banjar" (Ggedung DPRD Kalsel).
Dengan kedatangan Sekwan Jatim bersama pokja wartawannya itu, anggota Pers Room DPRD Kalsel Lili, dari Kalimantan Post berharap, peliput di Rumah Banjar jangan sampai bagaikan katak di bawah temporong.
Sebelumnya Koordinator Pers Room DPRD Kalsel H Syamsuddin Hasan menerangkan, sejak tahun 1980-an wartawan selalu dilibatkan dalam kegiatan wakil rakyat tingkat provinsi.
Sebagai contoh setiap kunjungan kerja (kunker) dalam daerah dan studi banding ke provinsi lain, wartawan tak ketinggalan - selalu diikutsertakan.
Tapi sejak tahun 2006, seiring temuan atau teguran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia, kunker DPRD Kalsel tidak lagi menyertakan wartawan, baik untuk dalam daerah maupun ke luar provinsi, karena tak ada anggaran dari dewan.
Kemudian ketika Sekwan Kalsel H Zainal Muchlisin mencari terobosan agar ada penyegaran bagi wartawan yang sehari-hari meliput di Rumah Banjar, pada 2010 dan 2011 sempat bertemu rekan seperjuangan di Provinsi Banten dan Jabar.
Kunjungan Sekwan Jatim bersama rombongan itu ke Kalsel hingga Minggu, dan juga ke "kota intan" Martapura, ibu kota Kabupaten Banjar (40 kilometer utara Banjarmasin).
Pewarta: Sukarli: Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.