"Sekarang pemerintahan desa mulai disibukan dengan adanya alokasi dana desa yang cukup besar memerlukan adanya peraturan desa, dan pengadminitrasian data," kata Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Hulu Sungai Utara Rizali Esw

Amuntai, Kalsel, (Antaranews Kalsel) - Sekretaris Desa di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, perlu dibekali keterampilan menggunakan perangkat komputer karena mereka merupakan motor penggerak kegiatan administrasi desa.



"Sekarang pemerintahan desa mulai disibukan dengan adanya alokasi dana desa yang cukup besar memerlukan adanya peraturan desa, dan pengadminitrasian data," kata Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Hulu Sungai Utara Rizali Eswansyah, di Amuntai Rabu.


Sehingga, lanjut dia Sekdes selaku motor kegiatan administrasi di desa perlu dibekali keahlian mengoperasionalkan komputer.


Rizali menerangkan dari 219 sekretaris desa (sekdes) di Hulu Sungai Utara akan diberikan pelatihan secara bertahap, di mana Dinsosnakertrans akan mencoba menjalin kerja sama dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Hulu Sungai Utara.


"Sebagai permulaan periode 2015 kita akan melatih sebanyak 16 orang sekdes melalui anggaran Dinsosnakertrans," kata Rizali.


Dinsosnakertrans menyisipkan sebanyak 16 peserta pelatihan sekdes melalui program peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja (PKPTK) 2015.


"Kebetulan tahun ini kita menggelar pelatihan PKPTK dengan pesertanya adalah masyarakat pencari kerja dengan anggaran Rp650 juta, jadi kita sisipkan peserta dari sekdes untuk mengikuti pelatihan komputer," terang dia dalam siaran pers.


Pelatihan keterampilan komputer bagi sekdes ini lanjut Rizali karena adanya permohonan dari sekdes dibeberapa desa agar mendapatkan pelatihan keterampilan komputer.


"Mungkin para sekdes mulai merasakan perlunya keterampilan mengoperasionalkan komputer karena meningkatnya tuntutan kerja sehingga sebagian mereka mengusulkan permohonan pelatihan ke Dinsosnakertrans," paparnya.


Rizali mengemukakan sekitar 219 sekretaris desa yang harus dilatih keahlian komputer, sehingga perlu bekerja sama dengan instansi terkait yakni BPMPD Hulu Sungai Utara.


"Kalau hanya mengandalkan anggaran pelatihan PKPTK di Dinsosnaker, maka kita hanya bisa mengalokasikan sebanyak 16 orang sekdes untuk mengikuti pelatihan setiap tahunnya," katanya.***4***


(T.I022/B/H005/H005) 18-03-2015 23:26:32

Pewarta: Imam Hanafi
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026