Banjarbaru (ANTARA) - Komitmen PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan kembali mendapat pengakuan tingkat nasional. 

 

Melalui ajang Nusantara Corporate Social Responsibility (CSR) Awards 2026 yang diselenggarakan La Tofi School of Social Responsibility di Jakarta, PLN UID Kalselteng berhasil meraih dua penghargaan kategori Platinum.

 

Dua penghargaan tersebut yakni Platinum Alignment untuk program Mentari (Mencerahkan Literasi Anak Negeri) serta Platinum Performance untuk program Cahaya Harapan Sang Penimba Ilmu. Keduanya bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN yang berfokus pada penguatan sektor pendidikan.


Baca juga: PLN Kalselteng perkuat peran guna dukung dunia pendidikan
 

General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono melalui keterangan tertulis di Kota Banjarbaru, Senin, mengatakan capaian ini menjadi bukti nyata komitmen PLN mendukung kemajuan pendidikan melalui program yang berkelanjutan.

 

"Penghargaan menjadi penguatan program TJSL PLN mampu memberi kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Kami berupaya menghadirkan program yang tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas dan semangat belajar generasi muda," ujar Iwan.

 

Menurut Iwan, PLN tidak hanya berfokus pada penyediaan listrik, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung pembangunan sosial, termasuk di bidang pendidikan demi masa depan generasi muda.


Baca juga: TJSL Pendidikan PLN bantu 159.809 penerima di Indonesia
 

Peresmian dan penyerahan bantuan fasilitas pendidikan dalam program Cahaya Harapan Sang Penimba Ilmu di Madrasah Ibtidaiyah Swasta Darul Huda, Kapuas, beberapa waktu lalu. (ANTARA/HO-Humas PLN Kalselteng)

 

"Melalui program TJSL, PLN hadir memberikan manfaat yang lebih luas. Kami meyakini pendidikan yang baik akan melahirkan generasi unggul, dan hal itu menjadi bagian penting dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan," ucap Iwan.

 

Program Mentari (Mencerahkan Literasi Anak Negeri) berfokus pada peningkatan literasi anak melalui berbagai kegiatan, seperti lomba literasi budaya daerah, pembukaan lapak baca dan bermain, serta pendistribusian bahan bacaan berkualitas hasil kolaborasi dengan Komunitas Literasi Banua, yang berlangsung pada sekolah dasar di tiga kabupaten/kota, yaitu Barito Kuala, Kota Banjarmasin, dan Kota Banjarbaru.

 

Sementara itu, program Cahaya Harapan Sang Penimba Ilmu merupakan bentuk dukungan PLN meningkatkan akses pendidikan yang layak di Madrasah Ibtidaiyah Swasta Darul Huda, Kuala Kapuas. 

 

Program itu diwujudkan melalui perbaikan fasilitas sekolah, seperti pembangunan ruang belajar dan toilet, rehabilitasi ruang kelas, penataan halaman sekolah, serta bantuan tujuh set komputer lengkap dengan printer, scanner, dan akses internet.

 

"Ke depan, kami berharap program-program ini dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat, sehingga kontribusi PLN pada dunia pendidikan dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat," kata Iwan.

 

 



Pewarta: Yose Rizal
Editor : Mahdani

COPYRIGHT © ANTARA 2026