Kepala Dinkes Hulu Sungai Tengah Hardi Basuki di Barabai, ibu kota kabupaten itu, Jumat, mengatakan, terobosan itu dilakukan agar di setiap daerah terpencil tersedia petugas kesehatan.
"Agar tenaga kesehatan seperti bidan atau perawat betah dan mau mengabdi di daerah terpencil, mereka harus berasal dari daerah itu sendiri," ujarnya.
Terobosan itu juga dimaksudkan untuk menutup kekurangan tenaga kesehatan di kabupaten itu.
Saat ini, Hulu Sungai Tengah baru memiliki 189 bidan, yang terdiri atas mereka yang bertugas di pedesaan sebanyak 125 orang dan sisanya di Puskesmas.
Dengan jumlah desa sebanyak 196 desa, idealnya Hulu Sungai Tengah memiliki 196 bidan untuk membantu masyarakat mengatasi masalah kesehatan.
Ia mengatakan, kekeurangan jumlah bidan tersebut menyebabkan penanganan masalah kesehatan di daerah terpencil sulit dilakukan dan tidak terkontrol dengan baik.
"Topografi wilayah Hulu Sungai Tengah yang terdiri atas kawasan pegunungan dan rawa, menyulitkan penempatan petugas kesehatan," katanya.
Kondisi itu seringkali diperparah dengan sikap tenaga kesehatan yang enggan ditempatkan di daerah terpencil dengan berbagai alasan.
Karena itu, bekerja sama dengan Akademi Keperawatan Murakata, Dinkes berinisiatif menyekolahkan masyarakat dari daerah terpencil.
Warga di daerah terpencil diberi kesempatan bersekolah di Akper Murakata untuk menjadi bidan atau perawat.
Ia menambahkan, mereka yang akan di sekolahkan selain merupakan penduduk setempat, juga minimal tamat SMU.
"Saat ini kami baru bisa menyekolahkan lima orang dari lima desa berbeda di daerah terpencil di kawasan pegunungan Meratus," tambahnya.
Semua keperluan siswa itu ditanggung Dinkes hingga yang bersangkutan menyelesaikan pendidikan.
Setelah menyelesaikan pendidikan dan memiliki pengetahuan di bidang kesehatan, para siswa tersebut harus bersedia ditempatkan di daerah asalnya masing-masing.
Melalui cara itu, diharapkan Hulu Sungai Tengah dapat memiliki jumlah petugas kesehatan yang ideal sehingga seluruh kawasan baik di perkotaan, pedesaan maupun daerah terpencil memiliki petugas kesehatan, demikian Hardi Basuki.
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.