Korban diketahui stres dari hasil penyelidikan di lapangan,"
Banjarmasin,  (Antaranews Kalsel) - Kepolisian Sektor Kota Banjarmasin Utara menyatakan korban gantung diri yang terjadi di wilayah hukumnya diduga stres ditinggal bapaknya yang baru meninggal dunia.


"Korban diketahui stres dari hasil penyelidikan di lapangan," tutur Kepala Unit Reserse Kriminal Polsekta Banjarmasin Utara AKP Ismet Wahyudi di Banjarmasin, Jumat.

Ia mengatakan korban gantung diri  berinisial AD warga Banjarmasin keturunan Tiongkok dan masih berstatus pelajar kelas dua SMA di Banjarmasin.

Selain itu, korban yang mengakhiri hidup di dalam rumahnya dengan cara tragis itu  ditemukan sekitar pukul 06.30 Wita karena sesuai laporan yang masuk ke Polsekta sekitar pukul 07.00 Wita.

"Korban langsung dilakukan evakuasi bersama warga dan polisi dibawa ke Rumah Sakit Ashari Saleh yang berdekatan dengan tempat kejadian," ucapnya kepada Wartawan Antara.

Ismet juga mengatakan, peristiwa meninggalnya korban itu murni disebabkan gantung diri dan tidak ada perbuatan kriminal lainnya seperti kekerasan yang dialami korban.

"Karena ini murni gantung diri sehingga proses hukum kami stop karena tidak ada unsur pidana lainnya," kata pria yang memiliki kumis tipis itu.

Polisi juga mengimbau kepada masyarakat agar bekerjasama untuk secepatnya memberikan informasi dari setiap kejadian yang terjadi di pemukiman warga, agar bisa ditangani dengan cepat oleh pihak yang berwajib.


Pewarta: Gunawan Wibisono
Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026