Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin memastikan rencana pembangunan jembatan penghubung antara Pulau Laut dan Tanah Bumbu akan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan.


Menurut Gubernur usai menerima rombongan komisi II DPR-RI di Graha Abdi Persada, Selasa, rencana pembangunan jembatan dengan bentang sepanjang tiga kilometer tersebut, akan memperlancar arus distribusi barang dari daerah lain.

"Dengan distribusi barang yang lancar, maka pertumbuhan ekonomi akan lebih cepat, dan harga kebutuhan pokok bisa ditekan," katanya.

Dengan adanya jembatan tersebut, maka pembangunan pelabuhan di wilayah tersebut juga akan lebih cepat terealisasi, sehingga kapal dengan tonase besar akan lebih mudah masuk ke wilayah Kalsel.

Saat ini, kata dia, Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, hanya mampu disinggahi oleh kapal bertonese sedang, sekelas kapal Roro, dengan terbangunnya jembatan tersebut, maka kapal seperti tongkang batu bara dan lainnya bisa langsung sandar ke pelabuhan di Tanah Bumbu tersebut.

"Saya sudah melaporkan hal tersebut ke Presiden Joko Widodo, saat acara Hari Nusantara, dan hal tersebut telah direspon positif," katanya.

Rencananya, kata dia, pembangunan jembatan yang menghubungkan Pulau Laut, Kabupaten Kotabaru, dengan daratan Pulau Kalimantan di Kalimantan Selatan akan dimulai pada 2015.

"Peletakan batu pertama pembangunan jembatan tersebut dimulai pada 2015 ini," katanya.

Pembangunan jembatan tersebut, tidak seperti wacana awal di mana titik pembangunan jembatan berada di Tanjung Ayun dan Tarjun, Kabupaten Kotabaru, tetapi berada di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, dengan Pulaulaut, Kabupaten Kotabaru.

Karena berada di Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu, kata Gubernur, maka biaya pembangunannya juga bakal melibatkan dari APBD kedua kabupaten tersebut, selain dari APBN dan APBD Provinsi.

"Saya perkirakan dana pembangunan jembatan tersebut merupakan pembangunan yang melibatkan dana sharing terbesar dalam pembangunan di Kalsel," katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kalimantan Selatan Martinus menyatakan, jembatan yang menghubungkan daratan Pulau Kalimantan dengan Pulau Laut Kotabaru, kabupaten paling timur provinsi tersebut bakal segera terwujud.

"Pak Gubernur Kalsel Rudy Ariffin berharap tahun 2015 sudah dimulai pembangunan jembatan yang menghubungkan daratan Kalimantan - Pulau Laut Kabupaten Kotabaru, Kalsel," katanya.

Menurut Martinus, biaya pembuatan desain jembatan yang bakal menjadi jembatan terpanjang di Kalsel ini sekitar Rp7 miliar," lanjutnya usai rapat kerja bersama Komisi III bidang pembangunan dan infrastruktur DPRD provinsi setempat.

  "Jadi rencananya murni menggunakan anggaran dari pemerintah, bukan dari pihak swasta, seperti PT Silo yang menjanjikan membangunkan jembatan tersebut, seiring pemberian izin usaha pertambangan di Kab Kotabaru itu," katanya .   

Pewarta: Ulul Maskuriah
: Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026