Kalau melihat kondisinya bangunan sekolah ini harus bangun baru, tak bisa cuma sekedar rehab. Karena keadaannya cukup parah,"
Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan Ngadimun serius menaruh perhatian terhadap Sekolah Luar Biasa Negeri satu atap di Banjarmasin.

"Kalau melihat kondisinya bangunan sekolah ini harus bangun baru, tak bisa cuma sekedar rehab. Karena keadaannya cukup parah," kata Kadisdik Kalsel tersebut saat meninjau SLB Negeri Banjarmasin itu, Kamis.

"Memang kita ada anggaran untuk rahab sekolah yang besarannya terbatas, cuma berkisar antara Rp100 juta - Rp500 juta. Sedangkan untuk pembangunan baru bisa mencapai miliaran rupiah," tuturnya.

Namun, menurut dia, untuk membangun baru tersebut perlu koordinasi terlebih dahulu, baik dengan DPRD Kalsel melalui Komisi IV maupun pemerinta kota (Pemkot) Banjarmasin atau dinas pendidikan (disdik) setempat.

Pasalnya aset bangunan SLB yang terdiri atas sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menegah atas (SMA) itu milik Pemkot Banjarmasin, bukan kepunyaan pemerintah provinsi (Pemprov).

"Karena bukan milik Pemprov itulah, kita tidak bisa langsung menangani bangunan SLB Banjarmasin yang kini cukup memprihatinkan itu," tegasnya kepada wartawan yang menyertai kunjungan ke sokolah tersebut.

Mengapa kondisi bangunan SLB tersebut sampai parah, dia menyatakan, hal itu hanya karena masalah koordinasi atau komunikasi. "Kalau mengenai dana saya tidak terlalu masalah.

"Insya Allah, tahun anggaran 2015 kita tindaklanjuti permasalah SLB di Kelurahan Pelambuan Banjarmasin ini," demikian Ngadimun, didampingi Kepala Bidan Pendidikan Menengah Disdik Kalsel H Slamet.

SLB Negeri Banjarmasin itu mempunyai 146 anak didik, terdiri dari Sd 95 murid, SMP 36 pelajar, SMA sebanyak 15 siswa.


Pewarta: Syamsuddin Hasan
: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026