Meski kabut asap di daerah kita saat ini, kegiatan kepariwisataan daerah kita sepertinya tidak terlalu terpengaruh,"Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Kabut asap yang melanda Kalimantan Selatan belum mempengaruhi pariwisita, ujar Kabid Pariwisata Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga provinsi setempat Soprina Noor.
"Meski kabut asap di daerah kita saat ini, kegiatan kepariwisataan daerah kita sepertinya tidak terlalu terpengaruh," tuturnya saat berada di Kantor Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpor) Kalsel, Kamis.
Hal itu, menurut dia, karena belum ada keluhan dari travel-travel pariwisata di Kalsel yang masuk ke pihaknya terkait kabut asap yang melanda provnsi tersebut, sehingga membuat kedatangan wisatawan berkurang.
"Patokan kita kan di travel-travel pariwisata, sepertinya mereka adem-adem aja saat ini, tak ada keluhan karena kabut asap," ucapnya.
Ia menyatakan, selama masih terbuka penerbangan di Bandara Syamsudin Noor di Banjarbaru, kedatangan wisatawan ke Kalsel sepertinya tidak berkurang, meski dilanda kabut asap yang terkadang pekat di jam-jam tertentu.
"Kita tidak ada juga mendapat laporan dari para petugas penjaga objek wisata di daera-daerah akan berkurangnya kunjungan wisata di sana, sebagaimana objek wisata Loksado Kandangan, ibu kota Kabupatan Hulu Sungai Selatan (HSS).
Begitu pula di Pasar Terapung Lokbaintan, Kabupaten Banjar, dan Pantai Batakan serta Pantai Takisung Kabupaten Tanah Laut (Tala), juga di lokasi lainnya," ujarnya.
Ia berharap, kabut asap yang melanda Kalsel bisa ditangai secepatnya, hingga tidak sampai menimbulkan pengaruh besar terhadap kegiatan kepariwisataan. "Sebab kalau terjadi, daerah pastinya sangat dirugikan," katanya.
Sebagai contoh pada objek wisata alam Loksado yang berada di kawasan Pegunungan Meratus, kunjungan wisatawan per tahun sekitar 25 ribu, baik domestik (nusantara) maupun mancanegara.
Menurut dia, Loksado memiliki potensi objek wisata yang cukup besar, karena bukan cuma menyuguhkan panorma alam yang indah, tapi juga keunikan kehidupan penduduk asli pedalaman (Suku Dayak) dan wisata lain.
"Loksado (150 km utara Banjarmasin) kini sudah cukup lengkap sarana dan prasarananya di bangun di sana, termasuk penginapan dan infrastruktur jalan menuju objek wisata tersebut," katanya.
"Objek wisata lainpun di Kalsel akan dilakukan pembenahan seperti halnya Loksado sehingga menasional, bahkan terkenal ke mancanegara," demikian Soprina.
Pewarta: Sukarli: Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026