Dari 107 warga terkena campak tersebut 10 contoh darah diantaranya dikirim ke Jakarta untuk penelitian lebih lanjut, kata Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin Drg. Diah R kepada ANTARA, Senin.
Sebelumnya dinas kesehatan melakukan program penanganan campak karena dengan vaksin campak berguna khususnya untuk anak-anak, tambahnya.
Kawasan di Kota Banjarmasin yang terdapat pasien campak yaitu Kecamatan Banjarmasin Timur, Banjarmasin Utara dan Kecamatan Banjarmasin Selatan.
Penyakit Campak suatu infeksi virus yang menular ditandai dengan demam, batuk, konjungtivitis (peradangan selaput ikat mata/konjungtiva) dan ruam kulit.
Penyakit ini disebabkan infeksi virus campak golongan Paramyxovirus.
Penularan infeksi terjadi karena menghirup percikan ludah penderita campak. Penderita bisa menularkan infeksi ini dalam waktu 2-4 hari sebelum timbulnya ruam kulit dan empat hari setelah ruam kulit ada.
Jika seseorang pernah menderita campak maka seumur hidupnya dia akan kebal terhadap penyakit tersebut.
Kekebalan terhadap campak diperoleh setelah vaksinasi, infeksi aktif dan kekebalan pasif pada seorang bayi yang lahir dari ibu yang telah kebal (berlangsung selama 1 tahun).
Orang-orang yang rentan terhadap campak adalah bayi berumur lebih dari 1 tahun - bayi yang tidak mendapatkan imunisasi - remaja dan dewasa muda yang belum mendapatkan imunisasi kedua, demikian Diah.(Her/A)
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.