Ketika dikonfirmasi Kapolsek Banjarmasin Utara AKP Fahmi Anshori melalui Kanitnya AKP Ismat Wahyuni, Senin, membenarkan kejadian tersebut, seraya menambahkan, laki-laki yang gantung diri itu berinisial Ih (36).
"Peristiwa gantung diri itu diduga Minggu malam, dan yang pertama kali menemukan jasad Ih yang tak bernyawa lagi tersebut istrinya sendiri," ungkapnya.
Dari keterangan sang istri Pahriah (26), ucap Ismat, dia sangat terkejut melihat ke dalam rumah suaminya sudah tergantung dalam kamar dengan seutas tali membelit lehernya. "Dia merasa tidak percaya suaminya itu sampai nekat bunuh diri," paparnya.
Sebab sang istri Ih mengaku, bebernya, tidak ada tanda-tanda kelakuan suaminya itu di luar kebiasaan atau aneh saat dia berpamitan atau meninggalkan rumah bersama anaknya untuk ke rumah keluarganya di lain tempat.
"Namun istri Ih mengakui, saat ini perekonomian keluarganya sangat sulit, bahkan untuk bayar rumah kontrakan saja hampir tak bisa. Dan suaminya yang hanya buruh angkut kayu itu pikirannya sangat tertekan karenanya," ujar Ismat.
Secara gamblang, kata dia, istri Ih tidak cukup membuka atau menceritakan lagi masalah dalam keluarganya hingga suaminya sampai nekat bunuh diri, sebab dia mengaku pasrah dengan semua yang sudah terjadi ini.
"Tapi ada cerita di sana, Ih ini memang sudah beberapa kali mau melakukan
pencobaan bunih diri, tapi dapat digagalkan warga. Hingga, Ih benar-benar melakukan hal tersebut, yakni mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di kamarnya," tuturnya.
"Kesimpulan sementara memang kasusnya bunuh diri, sebab kasat mata tidak terlihat adanya tanda kekerasan di tubuhnya. Tapi jasadnya tetap kita autopsi untuk
memperjelasnya," pungkas Ismat.
Pewarta: SukarliEditor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.