Potensi pasar terapung Lok Baintan terus dikembangkan karena merupakan aset pariwisata daerah,"Martapura, (Antaranews Kalsel) - Pemerintah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, mengembangkan potensi pasar terapung Lok Baintan agar semakin dikenal wisatawan, baik lokal, nasional, maupun mancanegara.
"Potensi pasar terapung Lok Baintan terus dikembangkan karena merupakan aset pariwisata daerah," ujar Bupati Banjar Khairul Saleh di Martapura, Kamis.
Ia mengatakan pengembangan potensi pasar terapung yang terletak di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Sungai Tabuk, di antaranya menyiapkan warung terapung di pasar itu.
Dia menjelaskan warung terapung yang menjual berbagai makanan maupun minuman di atas perahu tersebut, akan menjadi daya tarik pasar yang berjarak 25 kilometer dari Kota Martapura itu.
"Warung terapung akan menambah keunikan pasar terapung Lok Baintan karena pengunjung bisa membeli makanan dan minuman selama berada di pasar di atas air itu," katanya.
Pihaknya berencana membuat beberapa kapal wisata yang bisa digunakan pengunjung selama mengunjungi pasar sehingga bisa berinteraksi dengan pedagang.
Dia menjelaskan kapal wisata yang bisa mengangkut puluhan penumpang menyusuri sungai yang dikelilingi perahu-perahu penjual buah, sayuran, dan beragam barang di pasar itu.
"Kami akan bekerja sama dengan investor dari Tiongkok melengkapi sarana prasarana sehingga pasar terapung Lok Baintan semakin banyak menarik minat pengunjung," katanya.
Dia mengatakan pengembangan potensi pasar terapung Lok Baintan bertujuan selain meningkatkan kunjungan ke objek wisata juga untuk meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.
"Jika pengunjung semakin banyak maka wisata pasar terapung semakin dikenal luas dan berdampak terhadap semakin meningkatnya pendapatan dan ekonomi masyarakat," katanya.
Pasar terapung Lok Baintan adalah pasar yang berkembang di atas Sungai Muara Barito dan suasananya lebih ramai dibandingkan dengan pasar terapung di Kampung Kuin Banjarmasin.
Pewarta: Yose Rizal: Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.