"Kami sudah mempersiapkan lahan yang akan dijadikan kawasan Taman Kehati sebagai bentuk dukungan terhadap program Kemeneg LH," ujar Wakil Wali Kota Banjarbaru Ogi Fajar Nuzuli, Rabu (27/4).
Ia mengatakan, kawasan Taman Kehati yang disiapkan seluas 15 hektare menempati areal eks PT Aneka Tambang yang berlokasi di Kelurahan Bangkal Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru.
Lahan tersebut sudah dihibahkan PT Aneka Tambang kepada Pemkot Banjarbaru yang bersama-sama KNLH kemudian menetapkan kawasan itu sebagai lokasi Taman Kehati.
"Rencananya, sesuai konsep yang disusun Pemkot bersama KNLH, kawasan setempat dijadikan kawasan konservasi dan ekowisata yang bisa dikunjungi masyarakat," ungkapnya.
Taman Keanekaragaman Hayati merupakan tempat atau lahan konservasi ek situ berbagai jenis tumbuhan lokal suatu daerah yang bisa dijadikan sebagai kawasan ekowisata maupun pemanfaatan tumbuhan obat.
Konservasi ek situ adalah konservasi yang dilakukan di luar habitat alami dari berbagai jenis tumbuhan dan satwa diantaranya kebun raya, kebun koleksi, kebun botani, Arboretum, taman buah dan taman bunga.
Sesuai tujuan yang diharapkan KNLH, keberadaan Taman Kehati adalah menyelamatkan berbagai jenis tumbuhan lokal dari ancaman kepunahan, arana pendidikan, penelitian dan praktek pengenalan jenis-jenis tumbuhan lokal.
Selain itu, menyediakan sumber benih jenis-jenis tumbuhan lokal, sarana rekreasi alam (ekowisata) serta menjadi ruang terbuka hijau kawasan perkotaan bagi wilayah setempat.
Dikatakan, informasi yang diperoleh dari aparatur kelurahan Bangkal, areal yang disiapkan sebagai lokasi Taman Kehati sudah tidak ada masalah sehingga pembangunannya bisa dimulai pada 2011.
"Informasi dari kelurahan, status lahan sudah clear atau tidak ada masalah lagi dengan warga sekitarnya sehingga kami yakin pembangunan kawasan Taman Kehati bisa dimulai pada pertengahan 2011," ujarnya.
Ditambahkan, pihaknya juga sudah menempatkan Lurah yang merupakan penduduk asli setempat sehingga bisa memudahkan koordinasi dengan masyarakat sekitarnya apabila muncul masalah.
"Kami sudah menempatkan lurah yang merupakan penduduk asli setempat sehingga berkeyakinan setiap masalah yang berhubungan dengan masyarakat sekitarnya bisa ditangani," katanya./zal*C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.