Anggota Komisi III bidang pembangunan dan infrastruktur DPRD Kalsel Ibnu Sina mengemukakan permintaan itu saat bersama beberapa rekannya sesama wakil rakyat tingkat provinsi tersebut, meninjau lokasi rencana pembangunan Kebun Raya Banua, Jumat.
"Mungkin pemerintah kabupaten/kota (Pemkab/Pemkot) bisa berpartisipasi dalam penyediaan koleksi tanaman atau pephonan untuk Kebun Raya Banua tersebut," ujar anggota Komisi III DPRD Kalsel yang bermitra kerja dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) provinsi setempat.
Anggota Komisi III DPRD Kalsel yang juga membidangi lingkungan hidup tersebut berharap, Kebun Raya Banua nantinya bisa menjadi kebanggaan warga masyarakat daerah sendiri, termasuk warga Kalimantan.
Lebih dari itu, anggota DPRD Kalsel yang memasuki periode ketiga tersebut pula berfungsi sebagai "paru-paru dunia" atau "jantungnya" Indonesia. "Karena dari Kebun Raya Banua kita berharap dapat mengeluarkan oxygen yang menjadi kebutuhan hidup manusia.
Selain itu, bisa sebagai refrensi pengetahuan bagi generasi-generasi mendatang, yang mungkin hingga ratusan tahun mendatang, lanjut alumnus Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin, yang berkampus di Banjarbaru tersebu.
"Sesuai dengan tugas dan fungsi DPRD Kalsel melalui Komisi III, insya Allah akan selalu konsen dalam memberikan dukungan untuk pembangunan dan pengembangan Kebun Raya Banua yang pelaksanaannya menjadi tanggung jawab Balitbangda tersebut," demikian Ibnu Sina.
Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) Kebun Raya Banua Agung Sriyono menerangkan, rencana kebun raya tersebut seluas 100 hektare (ha) atau lebih luas dari Kebun Raya Bogor, Jawa Barat.
"Namun dari rencana luasan itu, baru sekitar 15 ha yang tergarap, termasuk untuk kebun pembibitan, yang selanjutnya akan kita tanam atau sebar di kawasan Kebun Raua Banua sesuai perencanaan," lanjutnya di harapan wakil rakyat Kalsel tersebut.
Ia menambahkan, dari hasil kegiatan tahun anggaran 2013 sampai Juli 2014 antara lain pembuatan taman tematik terdiri dari tanaman atsiri (kenanga, kacapiring dan melati).
Kemudian tanaman obat (pacing, mahkota dewa, simbah darah, mangkokan, kumis kucing, serta tanaman buah (sirsak dan kelingking).
Selain itu, melakukan koleksi tumbuhan di pembibitan berjumlah 6.329 specimen (422 jenis), koleksi anggrek lokal baru 30 specimen, koleksi tumbuhan yang sudha ditanam sebanyak 253 specimen (73 jenis).
Penanaman tumbuhan di luar kategori tanaman koleksi lebih kurang 2.000 batang, seperti tanaman hias, pengarah, peneduh, pioner, dan tanaman ornamen, demikian Agung.
Usai meninjau Kebun Raya Banua, rombongan yang terdiri dari Sekretaris Komisi III DPRD Kalsel H Ansor Ramadlan, Ibnu Sina dan Ilmi melanjutkan peninjauan ke Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian Terpadu (BP3T) di Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut.
Di BP3T Tambang Ulang (sekitar 50 kilomter timur Banjarmasin) atau 40 kilometer dari Banjarbaru itu, wakil rakyat Kalsel tersebut melihat berbagai kegiatan, antara lain penelitian ternak sapi, ikan dan tanaman buah-buahan.
Sedangkan saat berada di Kebun Raya Banua, rombongan wakil rakyat Kalsel tersebut berkenan menanam pohon ulin (kayu besi) dan bunga tanjung.
Pewarta: Syamsuddin HasanEditor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.