Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Beberapa partai politik di Kalimantan Selatan mengalami nasib serupa dalam meraih jumlah kursi untuk DPRD tingkat provinsi tersebut dari hasil Pemilihan Umum legislatif tahun 2014. Â
Pantauan Antara Kalsel di Banjarmasin, Selasa, dari 12 partai politik (parpol) peserta Pemilu legislatif 2014 di provinsi tersebut, cuma lima di antaranya yang mengalami kenaikan, selebih menurun.
Sebagai contoh Partai Demokrat dari sembilan kursi atau berada pada urutan kedua setelah Partai Golkar, kini parpol yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut turun drastis atau tinggal empat.
Begitu pula Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari tujuh tinggal lima, padahal Dewan Pimpinan Wilayah perpol tersebut yang dulu pada posisi tiga, menargetkan menjadi dua besar hasil Pemilu 2014.
Bahkan dua besar yang dulunya dari Partai Demokrat mendapat sembilan kursi, tergeser oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang semula meraih lima atau berada pada urutan keempat, kini menjadi delapan kursi.
Parpol lain yang mengalami keterpurukan, yaitu Partai Amanat Nasional (PAN) yang semula mendapat lima kursi, kini tinggal satu, kemudian Partai Bulan Bintang (PBB) dulunya satu menjadi nol.
Sementara Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) hasil Pemilu 2009 dan 2014 tetap tanpa keterwakilan di DPRD Kalsel yang beranggotakan 55 orang itu.
Sedangkan Partai Nasional Demokrat (NasDem), walau sebagai pendatang baru dalam Pemilu 2014, namun berhasil mendapatkan tiga kursi DPRD Kalsel.
Kemudian lima parpol yang mengalami kenaikan dari hasil Pemilu 2014, yaitu Partai Golkar dari 12 menjadi 13, serta Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dari lima menjadi delapan orang/kursi.
 Selain itu, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari tiga menjadi enam, dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dari dua menjadi enam, serta Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dari satu menjadi dua orang/kursi. Â
: Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.