Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar Nasrun Syah di Martapura, Senin (11/4) mengatakan, studi banding tersebut diikuti oleh dinas dan unsur terkait terutama dinas yang bertanggungjawab terhadap administrasi aset daerah.
Ia mengatakan, rombongan terdiri dari Kepala Dinas Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, Syahrialuddin didampingi Kabid Aset, Taufik Ahdiyat dan Kepala Kesbangbanglinmaspol, Khairil Anwar.
Rombongan yang dipimpin langsung Sekda Banjar diterima Sekda Pemkot Jogjakarta, Drs Rapingun didampingi pejabat terkait dan diterima di ruang utama bawah Balaikota Jogjakarta.
Dikatakan Sekda Banjar, melalui studi banding itu diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengetahuan dan tata kelola barang daerah sehingga meminimalisir kekeliruan inventarisasi status kepemilikan barang daerah.
Disisi lain, kata dia, data inventarisasi barang daerah akan menghasilkan data induk sistem informasi manajemen barang daerah yang berhasil guna dan tepat guna sehingga keseluruhan kekayaan Pemkab Banjar diketahui pasti.
Sekda Jogjakarta, Rapingun mengatakan, Pemkot Jogjakarta dalam melaksanakan sensus barang daerah menekankan sisi pengawasan, menggunakan aplikasi Simbada, menguasai teknis penjaringan data dan memberikan pelaporan menyelu terkait sensus barang daerah.
"Kami lebih menekankan pengawasan didamping pengelolaan aset lebih optimal dan menjadikannya potensi ekonomis bukan sebagai beban pemerintah daerah dalam jangka panjang," katanya. (yos/B)
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.