Oleh Syamsuddin Hasan

Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Badan Pusat Statistik Kalimantan Selatan mengungkapkan, harga gabah rata-rata, terutama kualitas gabah kering panen di tingkat petani di provinsi tersebut pada April 2014 menurun dibandingkan bulan sebelumnya.

"Rata-rata harga gabah kualitas GKP pada tingkat petani di Kalsel April 2014 turun 5,23 persen dibandingkan bulan sebelumnya," Kepala BPS Kalsel Dyan Pramono Effendy di Banjarmasin, Jumat.

Ia memperkirakan, menurunnya harga gabah di tingkat petani itu karena berbarengan dengan habis musim panen di daerah hulu sungai atau "Banua Anam" Kalsel, yang meliputi Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan dan Kabupaten Tabalong.

Harga gabah kualitas GKP pada tingkat petani di provinsi yang terdiri 13 kabupaten/kota dan sebagian besar penduduknya bertani itu, rata-rata tercatat Maret 2014 Rp4.842,79/Kg menjadi Rp4.589,66/Kg pada April 2014.

Begitu pula harga gabah pada tingkat penggilingan dalam periode yang sama di provinsi yang juga seagai penyangga ketahanan pangan nasional itu, turun 5,26 persen yaitu dari Rp4.931,33/Kg menjadi Rp4.672,09/Kg.

Di tingkat petani Kalsel, harga gabah tertinggi dari gabah kualitas GKP varietas Karang Dukuh senilai Rp6.363/Kg yang didapat di Kecamatan Rantau Badauh, Kabupaten Barito Kuala (Batola).

Sedangkan harga terendah di provinsi yang terdiri 13 kabupaten/kota itu senilai Rp3.800/Kg berasal dari gabah kualitas KGP varietas Ciherang terdapat di Kecamatan Tapin Tengah dan Kecamatan Bakarangan, Kabupaten Tapin.

Pantauan harga gabah April 2014 itu berdasarkan komposisi jumlah obsevasi dari 78 transaksi harga gabah di 10 kabupaten yang didominasi GKP, lanjut Dyan yang belum setahun sebagai Kepala BPS tingkat provinsi tersebut.

Sepuluh kabupaten yang menjadi sasaran observasi terdiri Kabupaten Tanah Laut (Tala), Banjar, Batola, Tapin, Hulu Sungai Selatan (HSS), Hulu Sungai Tengah (HST), Hulu Sungai Utara (HSU), Tabalong, Tanah Bumbu (Tanbu) dan Kabupaten Balangan.

Sementara harga pembelian pemerintah (HPP) pada tingkat petani Rp3.300/Kg dan di penggilingan Rp3.350/Kg, yang berarti selisih harga rata-rata di tingkat petani dan pengilingan masing-masing Rp1.289,66/Kg (139 persen) dan Rp1.322,09/Kg (139 persen).

Sementara itu harga gabah pada Maret 2014 untuk kualitas Gabah Kering Panen (GKP) pada tingkat petani di Kalsel naik 2,55 persen dibandingkan Februari 2014.




Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026