Oleh Hasan Zainuddin

Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, merencanakan menaikkan besaran anggaran makanan tambahan bagi para ibu dan anak balita yang mengunjungi pos pelayanan terpadu atau posyandu.

Wakil Wali Kota Banjarmasin Iwan Anshari didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin drg Diah R Praswati kepada pers di Banjarmasin, Kamis, mengakui adanya keinginan menaikkan anggaran biaya tambahan posyandu tersebut.

Sekarang anggaran makanan tambahan hanya Rp100 ribu setiap kali pelayanan posyandu di setiap kelurahan, dan nilai itu sekarang dinilai sudah tidak memadai lagi, maka harus dinaikkan kalau bisa hingga Rp500 ribu.

"Bayangkan saja, kalau dana hanya Rp100 ribu maka hanya cukup untuk bubur kacang hijau, padahal harga kacang hijau saja sudah berapa, belum lagi untuk beli santan dan gulanya," ujar Irwan Anshari.

Ia mengatakan kenaikan dana makanan tambahan akan diusulkan secepatnya setidaknya pada APBD perubahanwan mendatang.

Perlunya peningkatan anggaran makanan tambahan tersebut karena memang cukup dibutuhkan untuk meningkatkan gizi yang lebih baik bagi ibu dan anak yang datang ke Posyandu tersebut.

Di bagian lain Irwan Ansari pun berharap, peran aktif kelurahan dalam memaksimalkan kegiatan-kegiatan yang terkait langsung dengan kesehatan, pendidikan, sosial dan lainnya.

"Jadi, tidak hanya terfokus pada Posyandu saja, tapi ada kegitan lain, dann peran Lurah juga harus berperan aktif, disamping untuk memunculkan kepedulian masyarakatnya," katanya.

Apalagi program kelurahan siaga aktif yang dicanangkan untuk wilayah Banjarmasin, masih belum sesuai target, atau tak sesuai yang diharapkan.

Guna mendukung dan terpenuhinya target kelurahan siaga aktif, ia menuntut seluruh kelurahan mengawal bidang kesehatan di wilayahnya.

Ia mewajibkan setiap kelurahan meaktifkan Posyandu, para Lurah harus mengetahui data kesehatan, dan meminimalisir kasus kesehatan, seperti gizi buruk dan kematian bayi.

Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin Hj Diah R Praswati menambahkan dalam rangka memacu kinerja meningkatkan kesehatan, pihaknya menyiapkan penghargaan bagi kelurahan yang aktif menjalankan Posyandu.

"Nanti akan diberikan reward bagi Posyandu terbaik, dan untuk kurang baik juga akan diberikan penghargaan terjelek agar malu sehingga akan ada kompetisi untuk memberikan pelayanan terbaik," katanya.


Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026