Oleh Ulul Maskuriah

Banjarmasin, (Antara) - Kasus HIV/AIDS di Kalimantan Selatan dari tahun ke tahun terus meningkat dan kini banyak menyerang generasi produktif, yang berusia antara 20-39 tahun.


Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan Achmad Rudiansjah di Banjarmasin, Selasa mengatakan, tingginya kasus HIV/AIDS pada usia muda produktif ini disebabkan karena masih minimnya pengetahuan mereka tentang pencegahan dan penularan penyakit mematikan tersebut.

"Selain itu, juga disebabkan makin tingginya budaya permisif terhadap perilaku yang dinilai melanggar norma agama dan budaya," katanya.

Berdasarkan data, jumlah kasus HIV/AIDS sejak 2002 hingga 2013, yang menyerang masyarakat usia 20-29 tahun sebanyak 320 kasus, usia 30-39 (228 kasus), usia 40-49 (83), usia 50-59 (22), usia 15-19 (14), usia 60 (2), dan yang tidak diketahui identitasnya sebanyak 110 kasus.

Data yang cukup memprihatinkan, sebanyak 14 balita juga terkena penyakit yang menyerang daya tahan tubuh manusia tersebut.

Tidak hanya di Kalsel, kasus HIV/AIDS ini juga menyerang sebagian warga di Provinsi Kalimantan Tengah dan Makassar.

Secara keseluruhan kini total kasus HIV/AIDS di Kalsel dan Kalimantan Tengah sebanyak 793 kasus, terdiri atas 446 kasus HIV dan 347 kasus AIDS. Jumlah tersebut diduga hanya sebagian dari total kasus HIV/AIDS yang ada.

Lima besar kasus HIV AIDS di Kalsel adalah Kota Banjarmasin dengan jumlah 242 kasus, Kabupaten Tanah Bumbu 232 kasus, Banjabaru, 89 kasus, Kotabaru 48 kasus dan Kabupaten Banjar 27 kasus.

Tingginya kasus yang ditemukan dan dilaporkan, kata Rudiansjah, menunjukkan semakin efektif dan aktifnya program penanggulangan HIV/AIDS di kabupaten dan kota, sehingga berhasil membongkar estimasi, "gunung es" yang tersembunyi di daerah.

"Selain itu, kesadaran masyarakat juga semakin tinggi untuk memeriksakan dirinya melalui VCT dan tes HIV," katanya.

Sementara itu, berdasarkan estimasi dari Kementerian Kesehatan dan komisi penanggulangan AIDS Nasional pada 2009, diperkirakan jumlah ODHA di Kalsel sebanyak 948 orang, namun hingga 2013, khusus warga Kalsel sudah 745 penderita yang ditemukan dan dilaporkan.

Dari jumlah tersebut, Kabupaten Tanah Bumbu telah jauh melebihi estimasi yang ditetapkan, yaitu mencapai 181 persen atau hampir dua kali lipat dari estimasi yang ada, sedangkan kabutapaten dan kota lainnya, yang hampir mendekati estimasi adalah Kota Banjarmasin, 91,1 persen dan Banjarbaru 90,8 persen.

Sementara penyebaran penyakit menular tersebut, terbesar berdasarkan hubungan seksual yang mencapai 83,9 persen, 7,8 persen tidak diketahui penyebabnya, penasun 5,9 persen dan prenatal 1,8 persen, dan tarakhir transfusi darah sebanyak 0,5 persen.

  Populasi kunci yang terkena AIDS adalah wanita pekerja seks sebesar 34,9 persen, selanjutnya sebanyak 220 orang atau 27,7 persen adalah laki-laki, dan 135 kasus atau 17,0 persen adalah ibu rumah tangga.   


: Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026