Oleh Imam Hanafi

Kotabaru, (Antaranews Kalsel) - Perusahaan semen merk Tiga Roda PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (ITP), Tarjun, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, merekrut 105 anak dari keluarga kurang mampu dari desa binaanya untuk menjadi anak asuh.


`Corporate Social Responsibility Section Head Indocement Plant` Tarjun, Yanuar Arif, Selasa mengatakan, anak asuh yang direkrut Indocement berasal dari siswa-siswa dari keluarga tidak mampu, termasuk anak yatim, dan putus sekolah agar dapat kembali bersekolah.

"Perusahaan akan membiayai sesuai kebutuhan untuk pendidikan, di antaranya pakaian sekolah, sepatu, tas, buku-buku termasuk bila ada pembiayaan lainnya di sekolah untuk kegiatan ekstra kurikuler," ujarnya.

Beberapa dasar pemikiran menyelenggarakan kegiatan ini, karena perusahaan ingin memberikan perhatian khusus kepada anak-anak dari keluarga tidak mampu, untuk mendapatkan hak pendidikan layaknya anak-anak lainnya.

Selain itu menumbuhkan semangat belajar lebih baik dan berguna buat diri sendiri, juga berguna bagi kehidupan bermasyarakat serta untuk menuju masa depan yang lebih baik.

  "Program anak asuh juga untuk mensukseskan program pemerintah dalam wajib belajar sembilan tahun, dan dalam kerangka peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia sekaligus keterlibatan Indocement dalam program MDG's (Millenium Development Goals) 2014 ini,, tambahnya.

Dia menambahkan, guna menghindari gizi buruk bagi anak-anak pedesaan, Indocement juga membantu pemberian makanan tambahan untuk anak-anak sekolah (PMTAS), sebanyak 1.991 paket.

Paket tersebut berisikan susu, kacang hijau dan biscuit sehat perpaket tiap siswa yang terdiri dari SDN 1 Tarjun sebanyak 354 paket, SDN Langadai 190 paket, SDN Serongga 187 paket, SDN Sungai Dua 292 paket, SDN 1 Serongga 75 paket, SDN 1 Tegalrejo 343 paket, SDN 2 Tegalrejo 355 paket, dan Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Tegalrejo 195 paket. Dan pada saat bersamaan juga disampaikan sosialisasi tentang bahaya narkoba kepada semua anak-anak.

Adapun anak asuh tersebut, tambah dia, berasal dari keluarga kurang mampu di desa binaan perusanaan Indocement, yakni, Desa Langadai sebanyak 30 anak, Serongga 20 anak, Pulau Panci 30 anak, Cantung Kiri Hilir dan Batulasung 25 anak.

Kepala SDN Batulasung, Musdar, mengatakan, program anak asuh dari siswa berprestasi dari keluarga tidak mampu ini cukup baik untuk dikembangkan ke daerah lain.

Kepala Desa Cantung Kiri Hilir, Fitriansyah menambahkan, pihaknya sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada pihak perusahaan, yang telah memprogramkan anak asuh bagi anak yatim, anak putus sekolah dan siswa keluarga tidak mampu, menjadi program anak asuh Indocement yang telah dimulai tahun 2013.

  "Kami sangat mendukung program ini karena besar sekali manfaatnya yakni rasa kepeduliaan yang tinggi terhadap peningkatan SDM sekitarnya juga segi kemanusiaan," imbuhnya.*   


: Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026