Oleh Imam Hanafi



Kotabaru,  (Antaranews Kalsel) - Dinas Kesehatan Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, mewaspadai menjangkitnya penyakit flu burung Avian Influenza (H5N1), menyusul ditemukannya ribuan unggas di beberapa kabupaten tetangga, mati positif terjangkit virus tersebut.

"Kami sudah mengirimkan surat imbauan kepada petugas di setiap puskesmas di Kotabaru, segera menindaklanjuti apabila ada laporan masyarakat, terkait menjangkitnya flu burung," kata Kepala Dinas Kesehatan Kotabaru H drg Cipta Waspada, didampingi Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes setempat, dr Soedarsono Kyai Demak, di Kotabaru, Jumat.

Bukan menangani masalah unggasnya yang mati akibat flu burung, akan tetapi imbauan tersebut untuk memberikan pengamanan atau perlindungan warga terhadap mutasinya virus flu burung dari unggas ke manusia.

Selain melakukan imbauan, Dinas Kesehatan Kotabaru juga menyiapkan obat untuk mengobati pasien yang terjangkit flu burung.

"Tahun ini Kotabaru menyiapkan sekitar 300 tablet," tambah Kasi Farmasi Dinas Kesehatan Kotabaru, Lia.

Terpisah, Kepala Dinas Peternakan Kalimantan Selatan Sabrie Madani menyatakan, berdasarkan hasil uji laboratorium, lima kabupaten yaitu Tanah Laut, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, dan Tabalong positif terserang virus H5-NI atau flu burung.

Sabrie mengaku, pihaknya belum tahu secara pasti dari mana asal virus tersebut, apakah dari Tanah Laut atau Kabupaten Hulu Sungai Tengah, karena kedua kabupaten tersebut terserang pada waktu hampir bersamaan.

Sejak terjadi serangan flu burung dua pekan terakhir hingga kini, kematian itik sudah mencapai 20 ribu ekor lebih, dan diperkirakan jumlah tersebut masih akan terus bertambah, mengingat kematian unggas itu masih terus berlangsung.

Langkah-langkah yang kini dilakukan oleh Dinas Peternakan adalah mengirimkan disinvektan ke seluruh peternak terutama yang terserang virus flu burung dengan total 50 ton.

Selain itu, seluruh peternak diminta untuk mengubur itik yang mati, dan membakar yang masih hidup, serta rutin membersihkan kandang, sehingga virusnya tidak menular kepada ternak lainnya.

"Virus flu burung yang terjadi saat ini, memang khusus menyerang pada itik, tetapi tidak menutup kemungkinan bisa menyerang ke ternak lainnya, seperti ayam," katanya.

Gubernur tambah Sabrie, juga telah memerintahkan untuk memblokir agar jangan sampai ternak Kalsel keluar provinsi, untuk melindungi agar virus tersebut tidak menyebar ke daerah lain.

Arus perdagangan ternak antar kabupaten dari lima kabupaten tersebut juga dilarang, untuk melindungi peternak di daerah lain, yang belum terserang oleh virus mematikan bagi ternak tersebut.


: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026