Oleh Yose Rizal

Martapura, (Antaranews Kalsel) - Pemerintah Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan mengembangkan salah satu kerajinan tangan yang produknya banyak digunakan kaum wanita yakni Sulam Sugul.


Pengembangan kerajinan tangan itu dilakukan melalui pelatihan pembuatan Sulam Sugul yang dilaksanakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar, Rabu di Wisma Sultan Sulaiman Martapura.

Kegiatan pelatihan yang diikuti puluhan peserta terdiri dari kelompok ibu-ibu dari Kota Martapura dibuka Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Banjar Raudhatul Jannah.

"Kami mengapresiasi langkah Disperindag yang memberikan pelatihan pembuatan sulam sugul kepada ibu-ibu dan mereka diharapkan mampu mengembangkan kerajinan agar lebih dikenal masyarakat," ujarnya.

Menurut istri Bupati Banjar Khairul Saleh itu, kerajinan Sulam Sugul merupakan salah satu kerajinan yang memiliki potensi yang cukup tinggi karena banyak diminati ibu-ibu dan kaum wanita umumnya.

Ia mengharapkan, kerajinan sulaman yang dibentuk menghiasi kerudung atau bolang (penutup kepala wanita) dapat terus dikembangkan sehingga menambah keragaman khas sulaman yang berkembang di kabupaten setempat.

"Perajin sulam sugul jangan takut produknya tidak laku dijual atau tidak dipakai, karena selama ini sulam sugul banyak dikenakan ibu rumah tangga sebagai salah satu kelengkapan pakaian," ungkapnya.

Dikatakan, permintaan pasar terhadap kerajinan sulam sugul juga cukup tinggi bahkan pesanan bukan hanya berasal dari Kota Martapura dan daerah lain di Kalsel tetapi juga sampai ke Mekah Arab Saudi.

"Produk sulam sugul bukan hanya diminati masyarakat di Martapura dan Kalsel umumnya, tetapi juga dibawa ke Mekah terutama saat musim haji karena banyak jemaah perempuan yang senang mengenakannya," ujar dia.

Ditambahkan, Disperindag Banjar selain memberikan pelatihan, juga membantu peserta maupun perajin Sulam Sugul lain yang sudah menjalankan usaha melalui pembinaan berkelanjutan termasuk bantuan modal.

  "Hal itu penting dilakukan agar peserta maupun perajin tetap bisa menjalankan usahanya sehingga sulam sugul sebagai salah satu kerajinan tangan bisa terus berproduksi," katanya.   


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026