Banjarmasin, (Antaranews.Kalsel) - Komisi III DPRD Kalimantan Selatan bakal memintai klarifikasi PT Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO) terkait jebolnya tanggul pencucian bijih besi di Kecamatan Pulau Sebuku Kabupaten Kotabaru.
"Kami akan undang perusahaan pertambangan di Pulau Sebuku, Kotabaru tersebut, untuk klarifikasi jebolnya tanggul pencucian hasil tambang mereka," ujar Ketua Komisi III DPRD Kalsel H Puar Junaidi, di Banjarmasin, Senin.
"Klarifikasi itu perlu. Apalagi jebolnya tanggul menimbulkan dampak lingkungkan," lanjut Ketua Komisi III yang juga membidangi pertambangan dan energi, serta lingkungan hidup tersebut.
Selain itu, Komisi III DPRD Kalsel juga akan mengundang pemerintah kabupaten (Pemkab) Kotabaru terkait persoalan perusahaan pertambangan tersebut, demikian Puar.
Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, pada 5 Februari lalu tanggul pencucian bijih besih dari perusahaan pertambangan di Pulau Sebuku itu jebol, karena curah hujan yang tinggi.
Jebolnya tanggul tempat pencucian tambang tersebut membuat kebanjiran Desa Sungai Bali dan sekitarnya, dan mengakibatkan aktivitas warga masyarakat setempat terganggu.
Sebelumnya pada kesempatan terpisah Direktur Operasional perusahaan pertambangan tersebut Henry Yulianto membantah, jebolnya tempat pencucian hasil tambang mereka di Pulau Sebuku itu.
Menurut dia, banjir yang melanda Desa Sungai Bali dan sekitarnya itu, karena luapan air tanggung pencucian bijih besi, yang disebabkan curah hujan tinggi.
"Namun perusahaan tetap peduli warga masyarakat yang kena bencana itu, seperti membuka dapur umum," demikian Henry.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.