Barabai, (Antaranews.Kalsel) - Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) memperkuat alat penguat sinyal radio komunikasi (repeater) guna mempercepat informasi terkait berbagai bencana yang terjadi di daerah baik kebakaran maupun banjir.
Sekretaris Balakar 645 Murakat, yang merupakan organisasi induk gabungan BPK HST, Maserani di Barabai, Senin mengungkapkan, setelah beberapa kali uji coba, akhirnya Balakar 654 Murakata meresmikan pengoperasian alat penguat sinyal atau repeater.
Menurut dia, pemasangan repeater ini menjadi satu langkah maju peningkatan komunikasi dan koordinasi antar relawan, yang memiliki radio komunikasi untuk kemudahan monitoring kepada seluruh masyarakat beragam kegiatan di lapangan, terutama bencana seperti banjir atau kebakaran.
"Bagi BPK, komunikasi menjadi hal yang sangat penting untuk kelancaran informasi, sehingga penanggulangan bencana seperti kebakaran atau banjir dapat segera ditindaklanjuti," katanya.
Repeater dengan frekuensi baru tersebut yaitu 146.920 sebagai tambahan frekuensi resmi balakar 146.540 yang selama ini dipakai oleh seluruh relawan termasuk pengguna HT diperkirakan memiliki daya jangkau sekitar 35 km.
Beroperasinya repeater yang dipasang di salah satu Radio swasta di HST tersebut tidak lepas dari keikutsertaan berbagai pihak dalam memberikan sumbangsih, baik tenaga dan materi terutama seluruh BPK yang tergabung dalam organisasi Balakar 654 Murakata.
"Itu sarana kita memonitor kejadian bencana kebakaran, banjir, serta memudahkan jalur informasi kepada masyarakat," tambah HM Fajeri, Ketua Umum Balakar 654 Murakata.
Menurut HM Fajeri, hajat lama Balakar 654 memiliki penguat sinyal sendiri baru terkabul di awal 2014 ini dengan dana yang dibutuhkan untuk menambah fasilitas itu berkisar Rp25 juta lebih hasil urun rembuk sesama relawan BPK dan pihak swasta.
Ia berharap, dengan pengoperasian fasilitas baru tersebut, seluruh relawan makin kompak dan saat memberikan himbauan sampai ke masyarakat.
"Kita ingin semua anggota Balakar waspada, kompak, dan makin professional di segala medan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan," katanya.
Kabupaten HST merupakan salah satu daerah yang cukup rawan bencana, baik itu banjir maupun angin puting beliung, bahkan kebakaran.
Kecepatan arus komunukasi menjadi sangat penting, mengingat wilayah HST masih banyak terdapat daerah terpencil, bahkan sebagian di pelosok gunung, sehingga dengan informasi yang cepat, maka berbagai kejadian bisa segera ditangani dengan cepat.
: Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.