Banjarmasin, (Antaranews.Kalsel) - Belasan rumah di Kabupaten Kotabaru Kalsel terbakar mengakibatkan belasan kepala keluarga kehilangan tempat tinggal akibat.
Anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kalsel, Diedin di Banjarmasin, Jumat mengatakan, kebakaran tersebut terjadi pada (31/1) pagi, sekitar pukul 08.50 wita hingga pukul 10.30 wita.
Kebakaran yang menghanguskan belasan rumah itu terjadi di Desa Dirgahayu Kecamatan Pulau Laut Utara, kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan (Kalsel).
Diterangkan, dari musibah kebakaran tersebut ada sekitar tujuh rumah yang hangus terbakar dan tidak bisa dihuni lagi oleh para kepala keluarga tersebut.
Sedang untuk enam rumah lainnya hanya mengalami rusak ringan dan masih bisa ditempatin karena tidak parah saat terjadi kebakaran.
Berdasarkan data dari posko Tagana Kabupaten Kotabaru, untuk data kepala keluarga yang mengalami rusak berat atau rumahnya habis terbakar diantaranya, Sukri (5 jiwa), Yadi (5 jiwa), H Hadran (2 jiwa), Herwandi (4 jiwa), Asnawiah (5 jiwa), M Heriyoso ( 4 jiwa) dan Yanti ( 4 jiwa).
Sedangkan untuk warga yang rumahnya hanya mengalami rusak ringan diantaranya, Tabri (7 jiwa), Nanang Arnodi (3 jiwa), Suni (3 jiwa), Yusransyah (4 jiwa), Ismit ( 5 jiwa) dan Mama Imah(3 jiwa).
Bukan itu saja, dalam musibah tersebut, 6 jiwa berstatus sekolah menengah atas (SMA), 1 jiwa berstatus sekolah menengah pertama (SMP) dan 8 jiwa berstatus sekolah dasar.
Total keseluruhan yang mengalami musibah kebakaran itu, ada sekitar 13 kepala keluarga dan 55 jiwa dan saat ini polisi sedang melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran tersebut.
"Untuk penyebab kebakaran yang menghanguskan belasan rumah itu kita tidak mengetahui apa penyebabnya, karena itu sudah menjadi kewenangan pihak kepolisian guna menyelidik penyebab dan asal muasal api," terangnya kepada Antara.
Dari data yang diberikan ke pihak Tagana Provinsi Kalsel, tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, sedangkan untuk kerugian materil ditaksir hingga ratusan juta rupiah, demikian Diedin.
: Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.