Kotabaru, (Antaranews.Kalsel) - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, mulai melakukan inventarisasi daerah-daerah rawan untuk mendapatkan data prioritas pendistribusian logistik Pemilihan Umum Legislatif, 9 April 2014.
Anggota Bidang Teknis Penyelenggaraan, Informasi dan Data, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotabaru Dodi Rusmana, Minggu mengatakan ada beberapa daerah kecamatan di Kotabaru di mana transportasi bisa sewaktu-waktu terjadi gangguan, karena cuaca buruk atau medannya terlalu berat.
"Di antaranya, Kecamatan Pulau Sembilan, dan Kecamatan Pamukan Selatan, serta Kecamatan Hampang," katanya.
Terdapat beberapa desa, khususnya di Kecamatan Pulau Sembilan, di kecamatan tersebut transportasinya sangat tergantung cuaca, dan gelombang laut.
Agar penyelenggaraan Pemilu April 2014 tidak menemui hambatan, KPU akan memprioritaskan daerah tersebut untuk mendapatkan logistik pemilu lebih dahulu dibandingkan dengan daerah yang mudah dijangkau.
Setelah daerah yang dianggap rawan tersebut sudah mendapatkan distribusi logistik dengan lengkap, baru menyusul daerah lainnya.
Hal yang sama juga dilakukan oleh KPU Kotabaru pada pemilu-pemilu sebelumnya, bahkan untuk pendistribusian logistik ke Pulau Sembilan melibatkan instansi lain, seperti, kepolisian, dan pemerintah daerah.
Dodi menambahkan, KPU Kotabaru mulai menjadwalkan distribusi logistik dimulai sekitar Februari, karena sebagian logistik kini sedang dalam proses.
Sementara itu, Pulau Sembilan yang berada di kawasan Laut Jawa itu lebih dekat berhubungan dengan Pulau Madura, Jawa Timur, daripada ke Kota Baru, Ibu Kota Kabupaten Kotabaru.
Untuk mengangkut logistik pemilu dari Kotabaru ke Pulau Sembilan satu-satunya harus menggunakan jalur laut, dan apabila ombak besar maka tak ada satupun armada pelayaran rakyat yang berani mengarungi laut.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.