Kongres XVII Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang dilaksanakan di Asrama Haji Banjarmasin Kalimantan Selatan diwarnai kericuhan antar peserta kongres.

Keributan dalam kongres dengan agenda pemilihan Ketua Umum PMII periode 2011-2013 berlangsung sejak Minggu pagi saat dilaksanakan pembahasan tata tertib pemilihan pemimpin organisasi kemahasiswaan tersebut.

Dilaporkan, sempat terjadi aksi baku pukul antara peserta termasuk pemukulan terhadap beberapa anggota kepolisian berpakaian 'preman' yang berusaha melerai karena diduga mendukung salah satu kubu.

Informasi di lapangan, keributan dipicu ketidakpuasan sejumlah peserta terhadap prosesi pemilihan sehingga melampiaskannya dengan peserta lain yang berbeda pendapat. 
   
Akibat aksi kekerasan antar peserta kongres itu sempat membuat beberapa peserta kongres mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit namun lukanya tidak terlalu parah sehingga bisa kembali ke arena kongres.

"Memang sempat terjadi keributan antara peserta hingga ada yang terluka, tetapi seluruhnya sudah kembali ke arena kongres," ujar Ketua Umum PMII periode 2008-2010, Rodli Kaelani kepada sejumlah wartawan, Senin.

Keributan yang terjadi Minggu pagi itu nyaris berlanjut pada Senin pagi pada sesi pembahasan tata tertib hingga membuat suasana memanas karena diwarnai hujan interupsi dari peserta kongres.

Tak ingin keributan antar peserta meluas, aparat keamanan dipimpin langsung Kapolda Kalsel, Brigjend Safruddin menurunkan ratusan personil kepolisian siaga di lingkungan asrama haji.

Kapolda didampingi sejumlah perwira tinggi Polda Kalsel, Senin pagi meninjau langsung asrama haji dan turut menyaksikan suasana pertemuan yang berlangsung cukup panas di aula Jeddah yang dijadikan pusat pertemuan.

"Personil yang diturunkan bertujuan mengamankan situasi dan kondisi yang diharapkan berlangsung kondusif selama berlangsungnya kegiatan sehingga diharapkan tidak terjadi keributan lagi," ujar kapolda.

Ia mengatakan, pihaknya mengamankan seorang peserta kongres dan menetapkannya sebagai tersangka terkait kepemilikan senjata tajam tanpa ijin yang ditemukan petugas saat melakukan razia di lingkungan setempat.

"Satu tersangka diamankan karena memiliki senjata tajam tanpa ijin dan diproses sesuai aturan hukum. Kami juga mengamankan beberapa senjata tajam dan puluhan benda dari besi di sekitar asrama," ujar Kapolda didampingi Kapolres Banjarbaru, AKBP Aby Nursetyanto.

Dikatakan pihaknya mensiagakan sekitar 200 personil yang terdiri dari anggota Brimobda Polda Kalsel, Sabhara Polda Kalsel, serta personil Polres Banjarbaru dan Polres Banjar yang ditempatkan di pusat kegiatan.

Sementara itu, insiden yang mewarnai kegiatan tingkat nasional itu diperkirakan mempengaruhi jadwal kongres yang semula dijadwalkan mulai tanggal 9 Maret 2011 hingga berakhir tanggal 14 Maret 2011.

"Besar kemungkinan jadwal kongres molor karena banyaknya agenda-agenda sidang yang belum dibahas sehingga kami memperkirakan pemilihan ketua molor satu hari ke depan," ujar Rodli.(yos/B)


Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026