Kalau stok masker untuk penanganan program kesehatan masih mencukupi, jadi tidak perlu dikhawatirkan
Banjarmasin (ANTARA) - Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan M Muslim mengatakan stok masker untuk program penanganan kesehatan  bagi pasien hingga kini masih mencukupi sehingga tidak perlu dikhawatirkan.

Menurut Muslim di Banjarmasin Selasa, kebutuhan masker untuk keperluan penanganan pasien masih mencukupi, bahkan kini stoknya masih mencapai seribu masker lebih.

"Kalau stok masker untuk penanganan program kesehatan masih mencukupi, jadi tidak perlu dikhawatirkan," katanya.

Menanggapi tentang langka dan mahalnya masker di pasaran umum yang terjadi saat ini, menurun Muslim, itu karena masyarakat yang tidak sakit juga ikut menggunakan masker.

Semestinya, kata dia, masyarakat yang tidak berada di tempat umum dan tidak sakit, tidak perlu menggunakan masker, karena pada dasarnya masker hanya digunakan oleh orang sakit dan yang menangani penderita.

Namun demikian, tambah dia, pihaknya tetap akan melakukan koordinasi terkait kelangkaan dan mahalnya harga masker ke dinas perdagangan dan terkait lainnya.

Menurut Muslim, saat ini pihaknya gencar menyosialisasikan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan, makanan yang bergizi, sehingga daya tahan tubuh meningkat.

Selain itu, tambah dia, pihaknya juga memberikan perhatian serius terhadap penderita flu dan lainnya, sebagai upaya mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Terkait persiapan penanganan virus corona, Muslim mengatakan, selain ruangan isolasi yang telah disiapkan oleh RSUD Ulin, seluruh fasilitas kesehatan di Kalsel, juga disiapkan untuk mendukung upaya penanganan dan pencegahan corona.

"Untuk seseorang dikatakan positif corona itu kan ada tahapannya, pemantauan, pengawasan dan seterusnya, tahapan-tahapan tersebut, melibatkan seluruh puskesmas dan rumah sakit yang ada di Kalsel," katanya.

Sebagaimana diketahui, sejak satu bulan terakhir, masker yang dijual di apotek maupun toko obat kosong, kalaupun ada, pembeli harus menginden dengan harga mencapai ratusan ribu rupiah dari biasanya hanya sekitar Rp20 ribu hingga Rp30 ribu per kotak.


 

Pewarta: Latif Thohir
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026