Banjarmasin, (Antaranews.Kalsel) - Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kalimantan Selatan H Abdul Munasib Halike, optimistis dapat mengisi semua DPRD kabupaten di "Banua Anam" (enam kabupaten) provinsi tersebut dari hasil Pemilu 2014.
"Melihat sumber daya manusia calon anggota legislatif dari Hanura, serta cara kerja mereka, saya optimis partai politik kami dapat mengisi semua DPRD kabupaten di Banua Aman," katanya sebelum rapat paripurna DPRD Kalsel, di Banjarmasin, Senin.
Banua Anam Kalimantan Selatan (Kalsel) terdiri Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan (HSS), Hulu Sungai Tengah (HST), Hulu Sungai Utara (HSU), Balangan, dan Kabupaten Tabalong.
Ia mengungkapkan, hasil Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2009 hanya dapat mengisi delapan dari 13 DPRD kabupaten/kota se-Kalsel, yaitu Kota Banjarmasin, dan Kabupaten Barito Kuala (Batola).
Selain itu, DPRD Kabupaten HSS, Balangan, Tabalong, Tanah Laut (Tala), Tanah Bumbu (Tabu) dan Kabupaten Kotabaru, ungkap alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin tersebut.
Sedangkan DPRD kabupaten/kota di Kalsel yang belum ada kader Hanura, yaitu Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tapin, HST, dan Kabupaten HSU, tambah anggota DPRD tingkat provinsi itu.
Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Hanura Kalsel Mulyadi menambahkan, caleg dari parpolnya di Banua Anam tersebut tampak rajin dan gigih mencari simpati dan dukungan masyarakat.
"Merka rajin blusukan untuk bersilaturahim yang seakan tak kenal lelah dan tidak terikat waktu," ungkap alumnus Fakultas Hukum Unlam itu menjawab Antara Kalsel.
Sebagai contoh caleg Hanura di "Bumi Ruhui Rahayu" Tapin yang rajin dan gigih itu dari kaum hawa, yaitu Noor Ainah serta Mahrita, masing-masing asal daerah pemilihan (dapil) dua (2) dan tiga (3) kabupaten tersebut.
"Bila dua `Srikandi` Hanura itu masuk menjadi anggota DPRD Tapin, berarti sebuah sejarah baru bagi partai politik (parpol) nomor urut 10 peserta Pemilu 2014," demikian Mulyadi.
: Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.