Kotabaru, (Antaranews Kalsel) - Industri semen Tiga Roda terbesar di Kalimantan, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Tarjun, melatih warga binaanya di sekitar perusahaan untuk memproduksi pupuk bokasi memanfaatkan sampah rumah tangga.
Instruktur pelatihan, Murhan, melalui press rilis perusahaan, Rabu, mengatakan, pembuatan kompos ada dua cara, pertama, cara alami yang membutuhkan waktu yang lama sekitar 3-4 bulan, kedua dengan permentasi yang lebih cepat dan instant yang hasilnya lebih bagus dengan waktu yang singkat.
"Dengan system permentasi, bisa menghasilkan kompos bokasih yang lebih baik," jelasnya.
Semua itu, lanjut dia, tergantung dari hasil sampah yang terbuang tetapi bersifat mengurai baik itu ilalang, dedaunan, kertas yang pasti sampah rumah tangga.
Pelatihan yang melibatkan, sedikitnya 30 perserta dari warga desa binaan tersebut, diharapkan mampu menghasilkan pioner-pioner yang mampu "menyulap" sampah memiliki nilai ekonomis tinggi.
Murhan menjelaskan, kompos bokasih lebih bersifat alami, maka resiko berbahaya lebih rendah dibandingkan pupuk kimia, yang bersifat Anorganik yang lebih banyak mengandung kimia.
Sedangkan kompos dari segi biaya lebih murah juga lebih bagus untuk tanaman karena tidak bersifat ketergantungan dan dampak terhadap pencemaran lingkungan sangat rendah.
Seorang peserta pelatihan, Ngesti Rahayu, menambahkan, pelatihan ini sangat berguna bagi masyarakat, terutama untuk kegiatan rumah tangga dan bermanfaat untuk kesuburan tanaman di pekarangan rumah.
Ia bersama peserta yang lainnya, bertekad dengan kompos bokasih bisa membantu mewujudkan impiannya menjadikan komplek perumahan jadi �Kampung Hijau�.
SSECSR Dept Head PT ITP Tarjun, Teguh Iman Basuki, menjelaskan, pelatihan ini merupakan salah satu bagian dari program Coorporate Social Responsibility (CSR), Indocement yang terdiri dari lima pilar pembangunan.
"Yakni, pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosbudagor dan keamanan,: ujarnya.
Program pelatihan produksi bokasih ini merupakan kolaborasi antara pendidikan, dan kesehatan dengan memberikan latihan praktis kepada masyarakat untuk mengolah potensi sampah disekitar yang tidak ekonomis menjadi lebih bermafaat khususnya sampah yang bisa diolah pupuk dengan cara bokasih.
Perusahaan memfasilitasi pelatihan dan bahan contoh dengan pemberian bantuan alat komposter sederhana.
Diharapkan setelah pelatihan ini warga dapat mempraktekkan dan mengolah pupuk organic secara mandiri dan hasil pupuk dapat dipakai untuk kegunaan sendiri atau secara kelompok, sebagaimana program sebelumnya, yaitu, Bank Sampah.
Sementara itu, bokashi adalah sebuah metode pengomposan yang dapat menggunakan starter aerobik maupun anaerobik untuk mengkomposkan bahan organik, yang biasanya berupa campuran molasses, air, starter mikroorganisme, dan sekam padi.
Kompos yang sudah jadi dapat digunakan sebagian untuk proses pengomposan berikutnya, sehingga proses ini dapat diulang dengan cara yang lebih efisien.
 Starter yang digunakan amat bervariasi, dapat diinokulasikan dari material sederhana seperti kotoran hewan, jamur, spora jamur, cacing, ragi, acar, sake, miso, natto, anggur, bahkan bir, sepanjang material tersebut mengandung organisme yang mampu melakukan proses pengomposan. Â
: Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.