Oleh Syamsuddin Hasan



Banjarmasin,  (Antaranews Kalsel) - Seorang calon anggota legislatif/DPR-RI H Bachruddin Syarkawi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan asal daerah pemilihan Kalimantan Selatan berpendapat, blusukan seperti dilakukan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, bukan barang baru.

"Sebenarnya blusukan sebagaimana dilakukan Gubernur Joko Widodo (Jokowi) bukan barang baru bagi masyarakat Banjar, Kalsel. Hanya saja Jokowi yang mempopulerkan," ujar anggota DPR-RI dari PDIP asal daerah pemilihan (dapil) Kalsel itu, Jumat.

Politisi senior PDIP Kalsel itu mengungkapkan, sebenarnya masyarakat Banjar di provinsinya, sudah sejak lama mengenal dan melakukan cara "baja-ap" (blusukan) untuk lebih saling kenal-mengenal atau mengeratkan tali silaturrahim.

Mantan Wakil Ketua DPRD Kalsel dua periode itu, mengaku, dengan sistem baja-ap (melakukan kunjungan ke pelosok-pelosok dan silaturrahmi dari rumah ke rumah) suatu cara yang efekif dalam melakukan pendekatan.

Ia mencontohkan, ketika dirinya mencalon sebagai anggota DPR-RI pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2009, lebih banyak baja-ap daripada kampanye dengan menggunakan berbagai atribut partai politik (parpol) ataupun pribadi.

"Karena dengan baja-ap, rasa kekeluargaan lebih mengena dan akrab dengan warga masyarakat yang kita datangi," ujar mantan aktiivis mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin tahun 1970-an itu.

"Coba ingat dulu, ketika kampanye Pemilu 2009, tidak banyak gambar saya yang terpampang di sekitar jalanan atau tempat-tempat terbuka umum, dan bahkan hampir tak ada," turutnya dalam percekapan dengan Antara Kalsel.

Namun, lanjut mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu, dengan sistem baja-ap, selain memerlukan waktu, juga kondisi fisik yang harus prima atau sehat, karena mesti berjalan kesana-kemari.

Oleh karenanya, belakangan banyak caleg yang juga baja-ap atau blusukan, guna mendapat simpati dan dukungan masyarakat pada Pemilu 2014 yang tinggal sekitar lima bulan lagi.

Bachruddin Syarkawi, yang "dedengkot" PDIP itu kembali mencalon jadi anggota DPR-RI pada Pemilu 2014 melalui daerah pemilihan (dapil) Kalsel I, dan sebelumnya (Pemilu 2009) lewat dapil Kalsel II.

Sebagaimana Pemilu 2009, pada Pemilu 2014, dapil Kalsel I meliputi Kabupaten Barito Kuala, Banjar, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan dan Kabupaten Tabalong, enam jatah anggota DPR-RI.

Dapil Kalsel II terdiri Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Tanah Bumbu (Tanbu), dan Kabupaten Korabaru, dengan jatah anggota DPR-RI lima orang.


: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026