Oleh Ulul Maskuriah

Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin mengungkapkan, pemerintah provinsi akan terus meningkatkan kualitas pendidikan di daerah ini sebagai wujud mengisi kemerdekaan dan meneruskan cita-cita luhur para pejuang Indonesia.

"Memberikan pendidikan yang layak bagi generasi muda merupakan salah satu cita-cita para pejuang bangsa," kata Gubernur usai upacara peringatan hari Pahlawan 10 November di Banjarmasin, Minggu.

Salah satu upaya meningkatan pendidikan tersebut antara lain dengan memberikan kesempatan dan fasilitas pendidikan yang lebih baik bagi generasi muda, serta meningkatkan kualitas nilai perjuangan.

Peringatan Hari Pahlawan ke-68 tahun ini berlangsung sederhana yang dilaksanakan di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Selatan Banjarmasin, Lapangan dr Murdjani Banjarbaru, Taman Makam Pahlawan Bumi Kencana Landasan Ulin Banjarbaru dan di Makam Pahlawan Nasional Brigjen TNI (Purn) H Hassan Basry Liang Anggang Banjarbaru.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Kalsel memberikan bingkisan kepada para veteran dan janda pejuang, dimana kegiatan tersebut menjadi agenda rutin setiap dilaksanakan peringatan hari Pahlawan.

Momentum hari pahlawan kali ini juga ditandai dengan akan diresmikannya Monumen ALRI Divisi IV atau kawasan makam Pahlawamn Brigjen Hasan Basri di Jalan Ahmad Yani kilometer 20 Kecamatan Liang Anggang.

Peresmian tersebut akan dilakukan langsung oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Madya Marsetio.

"Rencana tanggal 18 ini atau setelahnya," ujar Danlanal Banjarmasin Letnan Kolonel Laut (P) Dato Rusman usai mengikuti peringatan Hari Pahlawan di halaman Kantor Gubernur di Banjarmasin.

Menurut dia, di sekitar monumen tersebut dipajang tank amfibi PT 76 berbobot 14.5 ton dan meriam jenis howitzer kaliber 105 mm milik kesatuan marinir TNI-AL.

Kedua alat utama sistem pertahanan (alutista) sengaja tidak dipakai lagi untuk melengkapi kawasan itu.

Selain menempatkan dua alutsista, TNI AL, sejumlah anggota mariner TNI dikerahkan untuk ikut membantu proses pembangunan monumen dengan biaya Rp895.376.000 dan nantinya akan dilengkapi jangkar kapal.

"Ini adalah kali pertama pembangunan monumen dengan tank sebagai objek utamanya," kata Rusman.

Sedangkan ziarah dan tabur bunga diikuti Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin, Wakil Gubernur Kalsel, Rudy Resnawan, Kapolda Kalsel, Brigjend Pol Drs Machfud Arifin, SH, Danlanal Banjarmasin Letkol Laut (P) Dato Rusman SN, Kasrem 101/Ant Letkol Inf Hery Pribadi, anggota LVRI Kalsel, dan sejumlah pejabat lainnya.

Terpisah, Komandan Lanud SAM, Esron SB. Sinaga, S Sos pada ziarah mengatakan, ini merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya guna mengenang dan menghormati jasa-jasa para pendahulu.

Selain itu, makna peringatan Hari Pahlawan 10 November adalah pernyataan sejarah yang menunjukkan kegigihan, perjuangan dan komitmen para pahlawan untuk bersatu melawan penjajah dan penindasan dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia sampai dengan saat sekarang ini.

"Dengan peringatan ini, setidaknya mengingat perjuangan pendahulu untuk membangun kesadaran bersama, meningkatkan persatuan dan kesatuan sebagai modal utama untuk melangsungkan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang beragam suku, agama, budaya dan kemajemukan lainnya," ujarya.


Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026