Kotabaru, (Antaranews.Kalsel) - Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD)Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, H Selamat Riyadi menyatakan, Kotabaru terbebas dari aksi perjokian untuk seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
"Kalau menjamin sih tidak, hanya saja dalam seleksi CPNS kali ini tidak akan ada aksi perjokian dengan segala modusnya," jelasnya di Kotabaru,Minggu.
Beberapa modus perjokian, di antaranya, bisa dengan cara, pelaku yang dianggap pintar itu turun langsung mengikuti seleksi CPNS menggantikan peserta yang ingin lulus.
Bisa juga dengan cara, pelaku yang memiliki kemampuan skill tinggi tersebut menggunakan media seperti, telepon genggam atau kamera, melalui telepon genggam atau kamera, peserta mengirimkan data kepada pelaku di luar ruangan.
Mengantisipasi aksi perjokian tersebut, tim pengawas harus mencocokkan foto atau identitas yang ada pada kartu peserta yang disapang di meja dan membandingkan dengan kartu peserta yang dipegang peserta.
Pengawas juga diminta untuk benar-benar jeli dan mengawasi gerak-gerik peserta, apabila dilihat ada yang mencurigakan, pengawas langsung melakukan antisipasi.
Dalam melakukan pengawasan seleksi tes CPNS, BKD Kotabaru menyiapkan sekitar 240 orang pengawas, terdiri dari guru di sekolah tempat seleksi, yang menjadi pengawas lokal, kepala sekolah koordinator pengawas lokal.
Pengawas dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), Petugas dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), BKD, dan instansi terkait lainnya.
Sementara itu, seleksi CPNS di Kotabaru 2013 diikuti oleh 3.457 orang, terdiri dari 3.297 pelamar jalur umum, dan 160 jalur honorer kategori II.
Kuota untuk tenaga pendidikan atau guru sebanyak 94 orang, diperebutkan oleh 1.828 orang pelamar, kuota tenaga kesehatan 60 orang akan diperebutkan oleh 712 pelamar dan tenaga teknis 17 orang yang akan diperebutkan oleh 757 orang.
Dari 3.297 orang pelamar, mereka menggunakan ijazah D III sebanyak 559 orang pelamar, dan 2.738 orang pelamar menggunakan ijazah sarjana atau S1.
Sedangkan honorer kategori II yang berjumlah sekitar 160 orang akan memperebutkan kuota sekitar 30 persen yang akan diterima menjadi PNS.
Para honorer kategori II tersebut bermodalkan ijazah SD-SMP sebanyak 31 orang, SMA-D III sebanyak 116 orang dan sarjana atau S1 sebanyak 13 orang.
Sementara itu, penyelenggaraan selesksi CPNS di Kotabaru dilakukan di 21 sekolah SD, SMP dan SMA sederajat, dengan jumlah ruangan 175 lokal.
: Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.