Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Direktur Lembaga Komunitas untuk Demokrasi (LKOMDEK) Muhith Afif SH, MH mengingatkan Gubernur Kalimantan Selatan agar membuat prioritas kerja yang baik di akhir-akhir masa jabatannya.
"Jangan di akhir-akhir masa jabatan Gubernur H Rudy Ariffin memprioritaskan anggaran untuk kegiatan-kegiatan seremonial dan melupakan substansi permasalahan yang ada di masyarakat," tandasnya di Banjarmasin, Kamis.
Oleh sebab itu, dia menyesalkan, kalau betul untuk toilet yang digunakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selama satu hari pada peresmian proyek-proyek MP3I di Setda Pemprov Kalsel, Banjarbaru, sebesar Rp150 juta.
"Karena menurut informasi, untuk toilet yang digunakan Presiden SBY selama satu hari pada peresmian proyek-proyek MP3I itu, panitia harus merogoh kocek sebesar Rp150 juta," ungkapnya kepada wartawan di Banjarmasin.
"Kalau informasi itu betul, berarti termasuk pemborosan uang rakyat. Apalagi kalau sampai miliaran rupiah hanya untuk kegiatan seremonial dan patut disesalkan," ujarnya.
Sebab, lanjutnya, kondisi masyarakat Kalsel masih banyak memprihatinkan, seperti di Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar, warga setempat juga masih banyak menggunakan jamban di sungai sebagai sarana mandi dan buang air.
Karena itu, menurut dia, dari pada menggunakan uang Rp150 juta untuk toilet presiden yang digunakan hanya satu hari, lebih bijak apabila dana tersebut untuk membangun toilet permanen masyarakat.
"Sebab, menggunakan jamban di sungai akan menimbulkan masalah baru, yaitu munculnya bakteri e-coli yang berasal dari tinja manusia. Bakteri ini dapat menyebabkan keracunan atau diare pada manusia," tandasnya.
"Apalagi masih ada juga masyarakat yang menggunakan air sungai yang sudah bercampur kotoran tadi untuk mandi, mencuci dan memasak," demikian Muhith Afif.
Direktur LKOMDEK juga mempertanyakan pembiayaan penyambutan kedatangan Presiden SBY ke Kalsel 22 - 24 Oktober 2013, yang diperkirakan mencapai miliaran rupiah, apakah menggunakan dana APBD provinsi setempat yang notabene uang rakyat atau duit dari lain?
Kedatangan Presiden SBY ke Kalsel, antara lain meresmikan proyek-proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3I) di provinsi yang terdiri 13 kabupaten/kota dan kini berpenduduk sekitar 3,6 juta jiwa tersebut.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.