"KPU Kalsel menggelar lelang pengadaan logistik penyelenggaraan Pemilu 2014," kata Bambang Setiawan, Sekretaris KPU Kalsel.
Lelang pengadaan logistik Pemilu 2014 meliputi kotak suara sebanyak 1.494 buah senilai 245,3 juta rupiah, bilik suara sebanyak 5.961 buah senilai 244,7 juta rupiah dan sampul suara sebanyak 455.337 buah senilai 776,5 juta rupiah. Sehingga nilai total pengadaan tertinggi yang ditawarkan sebesar 1,266 miliar rupiah.
Sosialisasi penawaran lelang secara umum dimulai sejak Rabu (23/10) di media massa dan website layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) kota Banjarmasin.
Penawaran lelang akan di buka sejak Kamis (24/10) hingga kurun waktu 30 hari untuk mencari penawar terendah pengadaan logistik tersebut.
Dari pagu yang disediakan KPU Pusat sebesar 2,832 miliar, sementara nilai lelang pengadaan hanya mencapai 1,22 miliar sehingga terdapat dana sisa senilai 1,566 miliar.
Hal tersebut dikarenakan pengadaan tidak di lakukan secara menyeluruh, tetapi tetap menggunakan logistik penyelenggaraan pemilu lalu. Dimana masih banyak terdapat bilik dan kotak suara yang dapat digunakan kembali, sehingga dapat dilakukan penghematan anggaran.
"Pengadaan logistik hanya melengkapi kekurangan logistik pemilu lalu yang masih bagus dan bisa di gunakan lagi pada Emilu 2014, sehingga bisa dilakukan penghematan," kata Bambang Setiawan.
Selain melakukan penghematan biaya pengadaan logistik dengan memanfaatkan logistik pemilu lalu, tetapi juga diharapkan dapat memenuhi tengat waktu pengadaan selama 30 hari usai proses lelang.
Penambahan pengadaan logistik kotak suara untuk pemilu 2014 tidak lagi berbahan aluminium tetapi karton tebal, agar waktu pengerjaan lebih singkat dan berbiaya murah. Disamping sulitnya memproduksi kotak suara berbahan aluminium dengan waktu singkat tersebut.
Jumlah pengadaan logistik pemilu tersebut berdasarkan permintaan masing-masing kota dan kabupaten di Kalimantan Selatan.
Kota Banjarmasin dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan tidak mengajukan permintaan tambahan kotak dan bilik suara karena ketersediaan logistik pemilu 2009 lalu sudah cukup untuk menyelenggaraan Pemilu 2014.
Banjarbaru, Barito Kuala, Banjar, Hulu Sungai Tengah, Tabalong dan Tanah Laut juga tidak mengajukan penambahan kotak suara dan cukup memanfaatkan logistik lalu.
Upaya penghematan juga dilakukan KPU Kalsel saat menggelar Pemilukada 2010 lalu dengan mengembalikan 7 miliar dana tersisa dari 50 miliar kepada pemerintah.
Pewarta: Herry Murdy HermawanEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.