Oleh Syamsuddin Hasan

Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Partai-partai politik peserta Pemilu 2014, mulai memikirkan atau membuat jok-jok politik, untuk kegiatan kampanye atau rapat-rapat umum terbuka mendatang.

Sebagaimana Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Kalimantan Selatan H Abdul Lathif Hanafiah Sabtu menyatakan, bagi partai politiknya soal Daftar Pemilih Tetap (DPT) nomor satu.

"Namun yang terpenting untuk memilih nomor dua," tandasnya dengan nada bercanda kepada Antara Kalsel di sela-sela rapat pleno terbuka Komisi Pemilihan Umum (KPU) tingkat provinsi tersebut di Hotel Banjarmasin Internasional.

Maksud ucapan "memilih nomor dua" dari mantan aktivis/eksponen Angkatan 66 tersebut, yaitu memilih PKB yang mendapat nomor urut dua (2) sebagai parpol peserta Pemilu 2014, yang tinggal sekitar tujuh bulan lagi.

Ucapan putra almarhum Hanafiah, Menteri Agraria dan Pertanahan pertama di Indonesia itu terkesan goyon atau dalam istilah urang Banjar, Kalsel dengan sebutan mahalabio, tapi gurauan tersebut mengena untuk sosialisasi atau kampanye parpolnya.

  Goyonan anggota DPRD Kalsel. Dari PKB itu akan menjadi salah satu jok-jok politik parpolnya dalam kampanye atau rapat-rapat umum terbuka pada Maret mendatang, demikian Abd. Lathif Hanafiah.

Rapat pleno terbuka yang dipimpin Ketua KPU Kalsel Samahuddin Muharram itu dengan agenda penetapan DPT untuk pemilihan calon anggota DPR-RI, DPD-RI, serta DPRD tingkat provinsi tersebut pada Pemilu 2014.

Sebelum penetapan tersebut, KPU dari 13 kabupaten/kota se-Kalsel memaparkan DPT masing-masing daerah secara bergiliran, serta penjelasan Komisioner Bidang Daftar Pemilih KPUD provinsi itu Nur Kholis Majid.

Pada kesempatan itu, Komisioner Bidang Daftar Pemilih KPU Kalsel mengungkapkan, DPT untuk Pemilu 2014 di provinsi yang terdiri 13 kabupaten/kota tersebut mengalami pengurangan dibandingkan Daftar Pemilih Sementara (DPS).

"Pengurangan atau penuruan jumlah yang masuk dalam DPT itu, karena pada DPS tersebut, antara lain disebabkan pemilih ganda," demikian Nur Kholis.



Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026