Kotabaru, (Antaranews Kalsel) - Perusahaan semen PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Tarjun menjadi bapak asuh bagi 432 anak usia sekolah di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.
"Salah satu realisasi dari program Corporate Social Responsibility (CSR), Indocement mengangkat 432 orang sebagai anak asuh," kata CSR Section Head Indocement Plant Tarjun, Yanuar Arif, di Kotabaru, Kamis.
Ke-432 anak asuh tersebut, terdiri dari 303 siswa dari 14 SD, 78 siswa dari lima SLTP, dan 51 siswa dari tiga SLTA.
Melalui pilar pembangunan pendidikan, perusahaan memberikan bantuan pendidikan kepada siswa-siswa dari keluarga tidak mampu, termasuk anak yatim dan putus sekolah.
Manajemen akan sepenuhnya membiayai anak-anak dari keluarga kurang mampu dan anak yatim, sesuai kebutuhan pendidikan dan sekolah.
Mereka berasal dari desa-desa di sekitar industri, seperti, Desa Sidomulyo sebanyak 26 orang, Sungai Dua sebanyak 52 orang, Simpang Tiga sebanyak 8 orang, Tarjun sebanyak 43 orang, Sungai Kupang 30 orang, Batulasung sebanyak 7 orang, Pulau Panci sebanyak 9 orang, Serongga sebanyak 15 orang, Tegalrejo sebanyak 22 orang dan Langadai sebanyak 15 orang.
Yanuar menambahkan, dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia, sekaligus keterlibatan Indocement dalam program Millenium Development Goals (MDG`s) periode 2013, manajemen melaksanakan program anak asuh, atau bantuan pendidikan kepada siswa-siswa dari keluarga tidak mampu, termasuk anak yatim dan putus sekolah.
Kepala Desa Langadai, Eddy Marhadi, menambahkan, selain beasiswa untuk anak berprestasi yang diberikan setiap tahun oleh Indocement, pihaknya juga berterima kasih, karena anak yatim, anak putus sekolah, dan siswa dari keluarga tidak mampu menjadi program anak asuh Indocement.
Program anak asuh yang dimulai 2013, sangat bermanfaat, dan sebagai bentuk kepedulian yang tinggi terhadap peningkatan SDM sekitarnya juga segi kemanusiaan.
Hasil survey bersama pemerintahan desa di desa binaan, terdapat 227 anak yang terdiri dari anak yatim, putus sekolah dan siswa keluarga tidak mampu, pperlu uluran tangan," katanya.
 Ia berharap pembinaan dan program bantuan terhadap anak yatim, anak putus sekolah, dan siswa keluarga tidak mampu ini tidak terputusa sampai disini. Â
: Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.