Ketua KPU HSU Akhmad Syarwani di Amuntai, Rabu mengatakan, Komisi Pemilihan Umum Hulu Sungai Utara kembali menetapkan daftar pemilih tetap Pemilu Legeslatif 2014 hasil verifikasi dan penyisiran petugas panitia pemilihan kecamatan.
"Berdasarkan data terbaru penduduk kabupaten itu dihasilkan jumlah DPT berkurang dari penetapan ssemula sebanyak 162.788 pemilih menjadi 161.733 pemilih atau berkurang sebanyak 1.055 pemilih," katanya.
Pada rapat pleno yang berlangsung Sabtu semua PPK menyampaikan laporan DPT terbaru di depan ketua dan anggota KPUD, pimpinan dan anggota partai politik, calon anggota legeslatif, dan perwakilan pejabat pemerintah daerah.
"Sesuai instruksi KPU pusat agar dilakukan penyisiran ulang DPT maka kami temukan terjadi pengurangan jumlah DPT di kabupaten itu yang mencapai ribuan," katanya.
Temuan pengurangan jumlah DPT ini, katanya, sangat berbeda dengan hasil penyisiran kabupaten/ kota lainnya di Kalimantan Selatan yang umumnya justru banyak terjadi penambahan.
Berkurangnya jumlah DPT, katanya, disebabkan sejumlah temuan oleh petugas PPK yang dibantu PPS terkait adanya perubahanjumlah penduduk di suatu wilayah kecamatan.
"Selain ada penduduk yang telah meninggal dunia dan berpindah tempat tinggal, juga ada temuan data pemilih ganda," tambahnya.
Karenanya Ia menyampaikan penghargaan dan terima kasih petugas PPK dan PPS yang sudah bekerja keras mendata ulang jumlah DPT sehingga data pemilihsemakin akurat dan faktual.
Dengan adanya penetapan DPT hasil verifikasi dan penyisiran ini, kata Syarwani, berarti sudah dua kali DPT ditetapkan KPU kabupaten setempat.
Meski demikian, katanya, sesuai Peraturan KPU maka penetapan DPT belum final karena masih ada kesempatan jika memang itemukan data baru, misalnya temuan petugas atau laporan warga terkait masih adanya data pemilih ganda atau warga yang belum terdata sebagai pemilih.
Pewarta: Eddy AbdillahEditor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.