Oleh Syamsuddin Hasan

Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Di DPRD Kalimantan Selatan, Partai Bintang Reformasi (PBR) paling sering melakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) dibandingkan partai politik lain yang ada di lembaga legislatif tingkat provinsi tersebut.

Ketua DPRD Kalsel Nasib Alamsyah ketika dimintai komentar, Jumat, menyatakan, pihaknya tak bisa menghalangi terhadap PAW tersebut, karena merupakan hak masing-masing parpol.

"Kan anggota DPRD itu atas usul parpol, walau dipilih rakyat. Jadi hak parpol itu pula untuk melakukan PAW, asalkan sesuai prosedur dan peraturan perundang-undangan," tandas Kolonel Infantri purnawirawan tersebut.

"Namun saya kira, parpol juga tidak seenaknya atau sembarangan melakukan PAW, terkecuali karena satu dan lain hal, atau memang sangat urgen," lanjut mantan Komandan Korem Bone, Sulawesi Selatan itu.

Pasalnya, kalau terlalu sering PAW bisa merusak citra parpol itu sendiri, jika tidak ada alasan yang mendasar, serta dapat mempengaruhi kinerja Dewan, demikian Nasib Alamsyah.

Hasil Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2009, keanggotaan DPRD Kalsel yang berjumlah 55 orang itu berasal dari 11 parpol, dan paling sering melakukan PAW Partai Bintang Reformasi.

Selama keanggotaan DPRD Kalsel periode 2009 - 2014, hingga saat ini parpol yang melakukan PAW tercatat, PBR tiga kali, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dua kali, kemudian Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN) masing-masing satu kali.

Alasan PAW dari masing-masing parpol itu berbeda-benda, seperti Partai Demokrat dan PAN, karena meninggal dunia. PAW PKB, karena meninggal dunia, dan yang bersangkutan pindah ke parpol lain menjelang Pemilu 2014.

Sedangkan PAW-nya PBR, pada dasarnya dengan alasan mengundurkan, seperti H Muhidin karena terpilih menjadi Wali Kota Banjarmasin pada Pemilihan Umum Kepala Daerah tahun 2010, sehingga mundur dari keanggotaan DPRD Kalsel.

Keanggotaan DPRD Kalsel periode 2009 - 2014 terdiri dar Partai Golkar 10 orang, Partai Demokrat sembilan dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tujuh orang.

Selain itu, dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), PAN dan PBR masing-masing lima orang.

Kemudian dari PKB tiga orang, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dua, serta Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) masing-masing satu orang.



: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026