Banjarmasin, (Antaranews.Kalsel) - Unit Patroli Kota Satuan Sabhara Polresta Banjarmasin dalam pelaksanaan razia rutin penyakit masyarakat (Pekat) mengamankan belasan pemuda diduga ingin melakukan pesta minuman keras (Miras).
Kepala Satuan Sabhara Polresta Banjarmasin, Kompol Haryono MT di Banjarmasin, Minggu mengatakan, diamankannya belasan pemuda itu karena pada saat polisi melintas terlihat mereka berkumpul di pos jaga salah satu perusahaan yang ada di Banjarmasin.
Melihat banyaknya pemuda yang berkumpul itu, polisi kemudian curiga dan mendatangkan pos jaga tersebut ternyata diketahui adanya minuman keras oplosan di pos tersebut.
Dengan adanya minuman keras oplosan jenis Aldo itu polisi langsung mengamankan mereka semua dan di bawa ke Satuan Sabhara Polresta Banjarmasin menggunakan mobil patroli.
Sesampainya di Satuan Sabhara, para pemuda yang berjumlah 12 orang itu diperiksa dan didata untuk mengetahui identitas masing-masing.
Bukan itu saja, selain mengamankan 12 pemuda itu, polisi juga mengamankan barang bukti miras oplosan dan tiga orang perempuan yang pada saat itu ada di tempat tersebut.
Dikatakan, dari 12 laki-laki itu, 4 diantaranya karyawan CV Luhur Perkasa yang mana pos jaga dari CV tersebut di gunakan mereka dan diduga ingin melakukan pesta minuman keras.
"Sementara ini kita lakukan pendataan, selanjutnya akan dilakukan sanksi tindak pidana ringan dan atau di berikan pembinaan karena mereka baru kali ini diamankan polisi," terangnya.
Terus dikatakan, mereka semua termasuk tiga perempuan pada saat itu bersama mereka, langsung diamankan pada Minggu (29/9) dini hari sekitar pukul 02.00 dan saat diamankan mereka nampak pasrah serta tidak ada perlawanan.
"Patroli rutin dan razia pekat ini akan terus kita laksanakan, hal itu bertujuan untuk mengantisipasi dan meminimalisir kejahatan dan kriminalitas, serta menjaga, memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat," ucap pria berkumis tipis itu kepada Antara.
: Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.