Ketua Lembaga Komsumen Indonesia Kalimantan Selatan, Arpawi Ramon meminta Badan Pengawasan Obat Makanan Banjarmasin proaktif dalam melaksanakan tugas dan fugsinya.

Pemintaan itu menyikapi beredarnya isu susu formula yang mengandung bakteri yang cukup mengkhawatirkan masyarakat terutama yang memiliki anak balita.

Kendati persoalan susu berbakteri tersebut telah ditangani pemerintah pusat, tapi sebaiknya Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Banjarmasin proaktif terhadap permasalahan tersebut.

"Badan POM Banjarmasin sebaiknya melakukan razia dan uji sampel terhadap susu formula yang beredar di daerah ini," katnaya.

Dengan demikian, kata dia, masyarakat bisa mendapatkan informasi jelas mana susu formula layak konsumsi dan mana yang tidak," kata alumnus Univesitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin tersebut.

"Jangan sampai setelah ada korban, Badan POM bersama pihak berwajib baru melakukan razia ," katanya.

Amat, seorang pedagang di kawasan Sentra Antasari Banjarmasin, menyatakan, pihaknya tidak khawatir kalau diadakan razia terhadap susu formula.

"Kita berharap persoalan susu formula tersebut segera terselesaikan, sehingga pedagang dan masyarakat  jadi tenang," demikian Amat.(sam/B)


Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026