Seorang penambang intan semitradisional di Desa Ujung Murung Kelurahan Sungai Tiung Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan tewas tertimbun di dalam lubang pendulangan, Rabu siang sekitar pukul 13.00 Wita.

Pendulang yang tewas di dalam lubang sedalam kurang lebih 12 meter itu bernama Ahmad Sairoji (19), warga Jalan Kertak Baru RT 24 RW 8 Kelurahan Cempaka Kecamatan Cempaka.

Kepala Kepolisian Sektor Banjarbaru Timur AKP Pardia mengatakan, korban tewas tertimbun di dalam lubang  selama hampir satu jam sehingga nyawanya tidak berhasil diselamatkan meski pun berusaha ditolong.

"Korban tertimbun di dalam lubang pendulangan hampir satu jam sehingga nyawanya tidak tertolong meski pun pendulang lain sudah berusaha menyelamatkannya," katanya.

Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan menyebutkan, insiden yang merenggut nyawa pendulang intan itu berawal dari aktivitas yang dilakukan sekelompok pendulang di salah satu lubang pendulangan.

Salah satu anggota kelompok pendulang itu adalah korban yang bertugas memegang ujung selang penyemprot pasir bercampur tanah mengandung butiran intan di dasar lubang sebelum disedot ke atas untuk dipilah guna mendapatkan butiran intan.

Diduga, lokasi lubang pendulangan intan yang tengah dikerjakan korban dan tujuh orang rekannya itu tanahnya labil karena habis diguyur hujan sehingga tanah bagian atasnya tidak kuat menahan beban.

Di tengah aktivitas kelompok pendulang nahas itu, secara tiba-tiba tanah di bagian atas longsor dan menutupi mulut lubang sehingga membuat pendulang kaget sambil berusaha menyelamatkan diri.

Namun, sayang bagi korban yang berada di dasar lubang tidak sempat menyelamatkan diri sehingga tubuhnya tertimbun longsoran tanah yang ambruk tiba-tiba menutupi seluruh bagian lubang.

Melihat seorang pendulang masih tertimbun di dasar lubang, rekan-rekan korban berusaha memberikan pertolongan dengan cara menggali lubang menggunakan peralatan manual seperti cangkul dan sekop.

Setelah berjuang selama hampir satu jam, tubuh korban berhasil dikeluarkan dari dalam lubang namun setelah diperiksa secara seksama ternyata nyawanya sudah tidak tertolong.         

Selanjutnya, tubuh korban yang sudah tidak bernyawa dibawa rekan-rekannya ke rumah duka dan pada sore itu juga langsung dimakamkan di tempat pemakaman umum tak jauh dari tempat tinggalnya.


Editor : Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026