Oleh Syamsuddin Hasan



Banjarmasin, (Antaranews.Kalsel) - Dewan Pimpinan Wilayah Partai Bulan Bintang Kalimantan Selatan menargetkan untuk meraih sebanyak-banyaknya keanggotaan DPRD tingkat provinsi tersebut pada hasil Pemilihan Umum 2014.

"Pada Pemilu 2009 kami hanya bisa menempatkan seorang kader menjadi anggota DPRD Kalsel, tapi pada Pemilu 2014, insya Allah akan lebih dari satu orang," ujar Ketua DPW PBB tingkat provinsi tersebut H Gt Ibrahim, Senin.

Menjawab Antara Kalsel, politisi muda PBB itu optimistis hasil Pemilu 2014, partainya akan menambah kedudukan di DPRD tingkat provinsi yang terdiri 13 kabupaten/kota itu.

Ia menyebutkan, dari tujuh daerah pemilihan (dapil) se-Kalsel pada Pemilu 2014, paling tidak ada tiga diantaranya yang berpeluang besar bagi PBB untuk menempatkan kader di DPRD tingkat provinsi tersebut.

"Tiga dapil tersebut, dapil II (Kabupaten Banjar), dapil V yang meliputi Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Balangan dan Kabupaten Tabalong, serta dapil VII yang terdiri Kota Banjarbaru dan Kabupaten Tanah Laut (Tala)," ungkapnya.

"Untuk dapil V dan VII itu, kemungkinan perempuan, yang kepiawiannya dalam berorganisasi tak diragukan lagi. Seperti di dapil V, mantan aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII)," lanjutnya.

Begitu pula di dapil VII, yang bersangkutan mantan Ketua Korps HMI-wati (Kohati) Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kalimantan, demikian Gt Ibrahim.

Pada Pemilu 1999, PBB menempatkan kadernya di DPRD Kalsel sebanyak dua orang masing-masing H Chairuddin Zereqly dan Hj Ani, kemudian hasil Pemilu 2004 menjadi tiga masing-masing H Chairuddin Zereqly, Gt Ibrahim dan Sampurnawati.

Sementara keanggotaan DPRD Kalsel berjumlah 55 orang, dan hasil Pemilu 2009 peraih terbanyak Partai Golkar 10, menyusul Partai Demokrat sembilan, serta Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Keadilan Sejahtera masing-masing tujuh orang.

Selain itu, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Amanat Nasional dan Partai Bintang Reformasi masing-masing lima, Partai Kebangkitan Bangsa tiga orang.

Kemudian Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dua, dari PBB dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) masing-masing satu orang.


: Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026