Anggota Komisi II bidang Ekonomi Keuangan DPRD Kalimantan Selatan Gusti Perdana Kesuma di Banjarmasin, Kamis (24/2) meminta pemerintah segera menyelesaikan pembangunan bendungan di daerah Hulu Sungai atau "Banua Enam" provinsi tersebut.

Permintaan politisi muda Partai Golkar tersebut sesudah mendengar keterangan Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kalsel, Sriyono terkait masalah pertanian di provinsi yang terdiri atas 13 kabupaten/kota itu.

Pada rapat kerja Komisi II DPRD Kalsel dengan Dinas Pertanian Provinsi Kalsel beberapa waktu lalu, terungkap beragam masalah pertanian, antara lain kurang maksimlnya fungsi sarana irigasi sebagai penunjang produksi pertanian.

Sementara penduduk Kalsel yang kini berjumlah sekitar 3,6 juta jiwa sebagian besar petani, sehingga perlu mendapat perhatian terkait mata pencaharian mereka, terutama yang berhubungan dengan bidang usaha tani, seperti irigasi/pengairan.

Mantan Ketua Komisi III bidang pembangunan dan infrastruktur DPRD Kalsel mengatakan, kini di provinsi itu terdapat tiga bendungan besar yang menjadi dambaan masyarakat terutama warga tani daerah "Banua Enam".

Tiga bendungan yang belum purna dan masih menantikan kucuran dana dari pemerintah pusat serta perhatian Pemprov Kalsel itu, Bendungan Amandit di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Bendungan Alai di Kabupatan Hulu Sungai Tengah serta Bendungan Pitap di Kabupaten Balangan, ungkap mantan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kalsel tersebut.

"Kita berharap bendungan besar yang mampu mengairi lahan persawahan mencapai ribuan hektare itu segera berfungsi maksimal, terlebih sebagian sistem pertanian sawah di Kalsel belum irigasi teknis atau masih tadah hujan," katanyaa.

Sementara Kalsel juga sebagai penyangga pangan nasional, di samping untuk memenuhi kebutuhan penduduk sendiri serta membantu masyarakat daerah tetangga, seperti Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, demikian Gusti Perdana./shn*C


Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026