Hari Santri tahun 2019 ini terasa istimewa dengan Hadirnya Undang-undang nomor 18 tahun 2019 tentang pesantren. Dengan undang undang tentang pesantren ini memastikan bahwa pesantren tidak hanya mengembangkan fungsi pendidikan, tetapi juga mengembangk
Amuntai (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan menggelar peringatan Hari Santri Nasional di Halaman Kantor Pemkab setempat dengan dihadiri para pejabat, alim ulama, tokoh masyarakat, ASN dan para santri.

Bupati H. Abdul Wahid HK memimpin apel peringatan Hari Santri Nasional yang diisi dengan pengibaran bendera merah putih, pembacaan pembaca UUD 1945 Ikrar santri, dan mendengarkan mars santri Indonesia.

Membacakan amanat Menteri Agama, Wahid menyampaikan, ucapan selamat hari santri kepada seluruh santri di pondok pondok pesantren dan berharap lembaga ponpes tetap memberi kontribusi bagi persatuan dan kesatuan bangsa.

Baca juga: HSU's primary school wins the best national quality culture
 
. (Eddy Abdillah)

"Hari Santri tahun 2019 ini terasa istimewa dengan Hadirnya Undang-undang nomor 18 tahun 2019 tentang pesantren. Dengan undang undang tentang pesantren ini memastikan bahwa pesantren tidak hanya mengembangkan fungsi pendidikan, tetapi juga mengembangkan fungsi dakwah dan fungsi pengabdian masyarakat, " ujar Wahid.

Wahid mengatakan, pondok pesantren memiliki kontribusi untuk turut menjaga perdamaian dunia sesuai moto yang diusung pada Peringatan Hari santri tahun ini.

Baca juga: Crish lantik Daniel jadi PPAT

Melalui lembaga pondok pesantren selalu diajarkan mengenai Islam sebagai rahmatan lil alamin dengan misi kemanusiaan dan ukhuwah Islamiyah.
Peringatan Hari Santri di ponpes Rakha Amuntai. (Eddy Abdillah)


Peringatan Hari Santri juga diperingati masyarakat di sejumlah ponpes seperti di Ponpes Rasyidiyah Khalidiyah (Rakha) Amuntai dengan mengelar pawai ta'aruf.

Bupati Abdul Wahid yang turut hadir berpesan agar para santri fokus menuntut ilmu agar kelak menjadi ustadz ustadzah yang berperan membimbing masyarakat.
 
Pawai Ta'aruf para santri meriahkan Peringatan Hari Santri di ponpes Rakha Amuntai. (Eddy Abdillah)

Wahid mengakui jika masyarakat HSU yang agamis sangat meminati lembaga ponpes untuk menimba ilmu agama. Bahkan Wahid sendiri merupakan alumni Rakha pada 1974 sampai 1980.

Baca juga: Inovasi menambah kualitas perencanaan desa

Pewarta: Eddy Abdillah
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026