Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memprogramkan penanaman kelapa sawit seluas 1.000 hektare pada 2011 dengan biaya dari anggaran pendapatan dan belanja daerah.

Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Selatan Haryono di Banjarmasin, Senin mengatakan, penanaman sawit tersebut menjadi salah satu program unggulan daerah.

"Saat ini harga tandan buah segar (TBS) sawit sedang naik, kami yakin hal tersebut cukup meningkatkan kesejahteraan masyarakat apalagi beberapa industri pengolahan sawit juga mulai tumbuh dengan baik di daerah ini," katanya.

Menurut Haryono, TBS yang berumur di atas 13 tahun kini harganya mencapai Rp1.929 perkilogram naik dibanding sebelumnya Rp1.837 perkilogram dan yang berumur 3-12 tahun harganya antara Rp1.412 - Rp.1.925 perkilogram.

Harga tersebut naik dibanding sebelumnya berkisar antara Rp1.345- Rp1.833 perkilogram.

Kenaikan harga TBS tersebut, kata dia, kini memacu masyarakat untuk berusaha dibidang perkebunan sawit.

Menurut Haryono, ke depan kebutuhan sawit terus meningkat bukan hanya sebagai bahan baku minyak tetapi juga untuk pengembangan bioteknologi.

Dengan demikian, kata dia, berapapun produksi sawit yang dihasilkan akan terserap oleh industri pengolahan baik di Kalsel maupun didaerah lain.

Tentang tumpang tindih lahan perkebunan dengan pertambangan, kata dia, kini sedang dicarikan solusi terbaik sehingga tidak akan berkembang kepada hal-hal yang negatif.

Diperkirakan kawasan perkebunan sawit yang mengalami tumpang tindih dengan pertambangan mencapai 20 ribu hektare antara lain di Kabupaten Tanah Laut, Kotabaru dan Tanah Bumbu.

Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi sengketa karena tumpang tindih tersebut, kata dia, beberapa perusahaan terpaksa menahan sertifikat tanah perkebunan masyarakat yang lunas.

"Bila sertifikat diberikan saat ini dikhawatirkan masyarakat bakal dijual kepada perusahaan pertambangan sehingga merugikan seluruh pihak," katanya.

Dengan tetap menaruh sertifikat tanah perkebunan di bank, kata dia, masyarakat bisa kembali menjaminkan sertifikat tersebut untuk peremajaan kebun sawit miliknya.

"Dibanding total perkebunan sawit di Kalsel sebanyak 500-600 ribu hektare, total lahan tumpang tindih tidak seberapa banyak namun tetap harus diantisipasi agar terus melebar," katanya.

Saat ini di Kalsel terdapat 18 perusahaan CPO yang telah beroperasi.(B/A)


Editor : Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026